<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BIMBEL IUP UGM TERBAIK &amp; TERLENGKAP</title>
	<atom:link href="https://iup-ugm.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iup-ugm.com</link>
	<description>Modul belajar lengkap, free tryout, pelaksanaan belajar yang kondusif &#38; menyenangkan ✅ IUP UGM ✅ IUP KEDOKTERAN UGM ✅ IUP PSIKOLOGI UGM ✅ IUP HUKUM UGM ✅ IUP FEB UGM ✅ IUP HI UGM ✅ IUP MKP UGM ✅ IUP COMMUNICATION UGM Hubungi : 0852 7172 6006 follow akun Instagram kami @espbimbel</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Jul 2026 23:35:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://iup-ugm.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-esp-icon-1-32x32.png</url>
	<title>BIMBEL IUP UGM TERBAIK &amp; TERLENGKAP</title>
	<link>https://iup-ugm.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Organel Sel Hewan dan Fungsinya</title>
		<link>https://iup-ugm.com/sel-hewan-dan-fungsinya/</link>
					<comments>https://iup-ugm.com/sel-hewan-dan-fungsinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[IUP UGM]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 23:35:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Biologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iup-ugm.com/?p=779</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sel hewan dan fungsinya adalah salah satu bagian hewan yang perlu diketahui. Setiap makhluk hidup memiliki berbagai organ tubuh yang berbeda, begitu juga dengan hewan. Organ dalam tubuh mahluk hidup tersusun atas berbagai jaringan yang merupakan gabungan dari sel yang terhubung dan saling bekerja sama. Jika ditinjau dari bentuknya, sel merupakan bagian terkecil yang ada &#8230;</p>
The post <a href="https://iup-ugm.com/sel-hewan-dan-fungsinya/">Organel Sel Hewan dan Fungsinya</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Sel hewan dan fungsinya</strong> adalah salah satu bagian hewan yang perlu diketahui. Setiap makhluk hidup memiliki berbagai organ tubuh yang berbeda, begitu juga dengan hewan. Organ dalam tubuh mahluk hidup tersusun atas berbagai jaringan yang merupakan gabungan dari sel yang terhubung dan saling bekerja sama. Jika ditinjau dari bentuknya, sel merupakan bagian terkecil yang ada dalam tubuh, namun sebenarnya di dalam sel masih terdiri dari beberapa organel.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/gambar-sel/">Gambar Sel</a></strong></p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Struktur Organel Sel Hewan beserta Fungsinya</strong></h2>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sel hewan dan fungsinya</strong> terdiri dari beberapa organel, yaitu:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Membran sel adalah bagian terluar dari sel. Bagian ini merupakan lapisan yang melingkupi seluruh organel yang terkumpul di dalamnya. Bagian ini berfungsi untuk menghasilkan protein dan lemak. Sebagai bagian terluar dari sel, bagian ini berfungsi untuk melindungi organel yang ada di dalamnya, serta menanggapi rangsangan yang berasal dari luar sel.</li>
<li>Ini adalah bagian cairan sel yang di dalamnya berisi larutan berbagai organel. Konsentrasi air yang ada dalam tubuh mempengaruhi bentuk sitoplasma ini menjadi cair atau gel kental. Cairan atau gel inilah yang memiliki fungsi esensial pada proses berlangsungnya metabolisme dalam tubuh hewan.</li>
<li>Mitokondria adalah organel yang memiliki bentuk seperti cerutu yang berukuran besar. Di dalam mitokondria terdapat susunan membran yang berlekuk dan berlapis.</li>
<li>Mikrofilamen adalah organel yang terbentuk dari protein aktin dan miosin, sehingga berbentuk tipis dan halus. Mikrofilamen adalah bagian organel yang mengawasi dan mengatur pergerakan sel agar berjalan dengan sesuai dan baik.</li>
<li>Retikulum endoplasma berbentuk menyerupai benang. Organel ini terletak pada inti sel. Benang ini memiliki dua jenis, yaitu kasar dan halus. Retikulum endoplasma yang kasar melekat pada ribosom, sedangkan yang halus tidak melekat.</li>
<li>Ribosom adalah organel yang berupa kantong yang melekat pada membran. Bagian ini berisi enzim yang berfungsi sebagai sistem pencernaan intraseluler. Ribosom berfungsi untuk menghasilkan protein.</li>
<li>Lisosom adalah organel yang berbentuk kecil namun padat. Di dalam lisosom berisi protein dan RNA ribosom.</li>
<li>Peroksisom merupakan suatu organel berbentuk seperti kantong yang berukuran kecil. Kantong ini di dalamnya mengandung enzim katalase. Peroksisom ini terdapat pada bagian sel ginjal atau hati pada tubuh hewan. Organel ini berfungsi dalam penguraian zat yang ada dalam sel sehingga racun dan zat yang tidak dibutuhkan dapat dibuang.</li>
<li>Sentriol adalah bagian yang berbentuk seperti tabung yang memiliki pasangan yang disebut dengan sentrosom. Bagian ini berperan untuk membentuk silia dan flagela yang menghasilkan benang spindel.</li>
<li>Mikrotubulus adalah sebuah organel sel yang merupakan gabungan dari molekul-molekul protein yang berbentuk seperti silinder yang terdapat pada sitoplasma. Mikrotubulus ini berfungsi dalam pembentukan sel baru dan melindungi seluruh sel.</li>
<li>Aparatus golgi adalah organel yang berbentuk seperti kantong yang pipih</li>
<li>Nukleus adalah inti sel dari sel hewan. Bagian ini adalah bagian yang terpenting karena mengandung informasi genetik suatu hewan</li>
<li>Nukleolus adalah organel yang bertempat pada inti sel. Organel ini erfungsi untuk memproses protein.</li>
</ol>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/benda-padat/">Benda Padat</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://iup-ugm.com/sel-hewan-dan-fungsinya/"><strong>Sel hewan dan fungsinya</strong></a> terdiri dari berbagai organel memiliki bagiannya masing-masing dalam perannya sebagai penunjang sel hewan. Hal ini membuktikan bahwa sebagai bagian yang diakui sebagai partikel terkecil dalam tubuh pun masih terdiri dari beberapa bagian yang memiliki susunan yang kompleks. Sehingga, sel sebagai salah satu bagian dari tubuh hewan dapat menjalankan fungsinya dengan baik.</p>
<!-- RatingBintangAjaib -->The post <a href="https://iup-ugm.com/sel-hewan-dan-fungsinya/">Organel Sel Hewan dan Fungsinya</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iup-ugm.com/sel-hewan-dan-fungsinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Struktur-struktur Utama dan Gambar Sel</title>
		<link>https://iup-ugm.com/gambar-sel/</link>
					<comments>https://iup-ugm.com/gambar-sel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[IUP UGM]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 23:33:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Biologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iup-ugm.com/?p=776</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gambar sel dapat dibedakan menjadi dua yakni sel hewan dan sel tumbuhan, sel hewan memiliki bentuk bermacam-macam dan dapat berubah bentuk sedangkan sel tumbuhan memiliki bentuk yang kaku dan jarang mengalami perubahan bentuk. Sel sendiri merupakan bagian terkecil dari makhluk hidup baik secara structural dan secara fungsional tidak dapat dibagi kembali menjadi bagian yang lebih &#8230;</p>
The post <a href="https://iup-ugm.com/gambar-sel/">Struktur-struktur Utama dan Gambar Sel</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Gambar sel </strong>dapat dibedakan menjadi dua yakni sel hewan dan sel tumbuhan, sel hewan memiliki bentuk bermacam-macam dan dapat berubah bentuk sedangkan sel tumbuhan memiliki bentuk yang kaku dan jarang mengalami perubahan bentuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Sel sendiri merupakan bagian terkecil dari makhluk hidup baik secara structural dan secara fungsional tidak dapat dibagi kembali menjadi bagian yang lebih kecil. Memiliki 3 struktur utama yaitu membran sel, sitoplasma, dan organel sel.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Struktur-struktur yang membentuk sel</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Dari strukturnya sel dibedakan menjadi 2 jenis yakni sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik biasanya dimiliki oleh virus dan hewan vertebrata sedangkan sel eukariotik dimiliki oleh hewan dan tumbuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini adalah struktur-struktur utama yang menjadi pembentuk suatu sel:</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/benda-padat/">Benda Padat</a></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>
<h3><strong>Membran sel</strong></h3>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Adalah pembatas antara lingkuan luar dan bagian dalam dari sel yang memiliki sifat selektif permeable yakni hanya dapat dilewati oleh zat-zat tertentu saja seperti asam amino, ion, glukosa, dsb. Terdiri dari 2 macam lapisan protein dan lapisan lipid yang memiliki dua rangkap</p>
<p style="text-align: justify;">Membran sel berfungsi sebagai reseptor, pelindung isi sel, pengatur molekul dalam keluar dan masuk menuju sel serta tempat terjadinya proses biokimiawi seperti oksidasi dan respirasi.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>
<h3><strong>Sitoplasma</strong></h3>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Adalah cairan yang ada didalam sel dimana organel sel berada. Komponen penyusunannya terdiri dari cairan sitosol, substansi simpanan pada sitoplasma, organel sel, serta kerangka sel yang terdiri dari 3 jenis serabut mikrofilamen, mikrotubulus dan filament intermedia.</p>
<p style="text-align: justify;">Fungsi sitoplasma adalah sebagai medium pada proses terjadinya reaksi kimia sel, tempat penerima bahan dasar dari lingkungan luar untuk dirubah menjadi energy, tempat terjadinya sintetis bagi zat baru, sumber bahan kimia penting bagi sel, tempat menampung organel sel, tempat simpanan bahan kimia yang diperlukan untuk bertahan hidup.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/benda-cair/">Benda Cair</a></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>
<h3><strong>Organel sel</strong></h3>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Struktur ini terdiri dari banyak bagian diantaranya:</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Nucleus atau inti sel, yang memiliki peran sebagai pengendali kegiatan sel. <strong>Gambar sel</strong> inti berbentuk bulat atau oval dan berdasarkan jumlah nukleusnya dapat dibedakan menjadi 3 yakni sel berinti tunggal, berinti ganda dan berinti banyak.</li>
<li style="text-align: justify;">Retikulum Endoplasma, merupakan benang atau jala yang berada memutar mengelilingi sitoplasma dan dibedakan menjadi dua yakni Reticulum Endoplasma kasar dan halus. Kasar karena bagian permukaannya diselimuti oleh ribosom dan halus karena tidak diselimuti ribosom.</li>
<li style="text-align: justify;">Ribosom, yang merupakan organel paling kecil dalam sitoplasma dan terdiri dari dua sub unit yakni sub unit besar dan kecil</li>
<li style="text-align: justify;">Kompleks Golgi yang pada sel tumbuhan lebih dikenal dengan diktiosom, adalah organel sekretori dengan fungsi sebagai tempat sekresi polisakarida, pembentuk glikoprotein, pembentuk membran plasma, pembentuk kantong sekresi, serta pembentuk akrosom pada sperma</li>
<li style="text-align: justify;">Lisosom, merupakan membran berbentuk kantong kecil dan mengandung enzim hidrolitik. Berfungsi melakukan pencernaan intrasel, eksositosis, autilysis, autofagi, serta menghancurkan senyawa karsinogenik</li>
<li style="text-align: justify;">Badan Mikro, berbentuk menyerupai lisosom dan memiliki 2 jenis yakni peroksisom pada sel hewan dan giloksisom pada sel tumbuhan. Fungsinya pada sel hewan adalah membantu proses penyerapan cahaya dan respirasi, melindungi dari H2O2 dan membantu merubah lemak menjadi karbohidrat sementara pada sel tumbuhan berfungsi membantu dalam proses metabolism asam lemak serta sebagai tempat terjadinya siklus gilosilat. <a href="https://iup-ugm.com/gambar-sel/"><strong>Gambar sel</strong></a> ini agak bulat dengan diameter 0,3 – 1,5 µm</li>
<li style="text-align: justify;">Mitokondria, tersusun dari krista dan matriks mitrokondria berfungsi dalam oksidasi makanan, dehidrogenasi, respirasi sel, transfer electron, dan fosforilasi oksidatif</li>
<li style="text-align: justify;">Kloroplas, terdapat pada sel tumbuhan dan algae serta mengandung klorofil dan stroma yang berfungsi membantu dalam proses fotosintesis</li>
<li style="text-align: justify;">Sentriol, terdiri atas satu lapis silinder yang memiliki 9 mikrotubulus dan berfungsi dalam proses pembelahan sel. Sel hewan, mikroorganisme, dan tumbuhan tingkat rendah memiliki dua sentriol pada sitoplasmanya</li>
</ul>
<!-- RatingBintangAjaib -->The post <a href="https://iup-ugm.com/gambar-sel/">Struktur-struktur Utama dan Gambar Sel</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iup-ugm.com/gambar-sel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Uraian Terkait Benda Padat</title>
		<link>https://iup-ugm.com/benda-padat/</link>
					<comments>https://iup-ugm.com/benda-padat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[IUP UGM]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 23:31:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iup-ugm.com/?p=773</guid>

					<description><![CDATA[<p>Benda padat merupakan salah satu dari tiga jenis benda yang memiliki partikel penyusun yang sangat rapat serta teratur. Karakter benda ini solid dan tetap karena gaya tarik diantara para partikel benda tersebut sangat kuat. Karena sifatnya yang solid dan tetap, kelompok benda ini bahkan dimanfaatkan sebagai tempat untuk menampung jenis benda lain yakni benda cair &#8230;</p>
The post <a href="https://iup-ugm.com/benda-padat/">Uraian Terkait Benda Padat</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Benda padat </strong>merupakan salah satu dari tiga jenis benda yang memiliki partikel penyusun yang sangat rapat serta teratur. Karakter benda ini solid dan tetap karena gaya tarik diantara para partikel benda tersebut sangat kuat. Karena sifatnya yang solid dan tetap, kelompok benda ini bahkan dimanfaatkan sebagai tempat untuk menampung jenis benda lain yakni benda cair dan benda gas.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan benda cair, benda ini tidak bergantung pada wadah dan tidak mengalami perubahan ketika dipindahkan. Sebenarnya tidak semua kelompok materi padat memiliki sifat kaku, keras, dan berat namun ada juga yang memiliki sifat ringan, lentur dan lunak seperti karet dan kapas.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Cara pembentukan dan sifat yang dimiliki benda padat </strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Terdapat 2 jenis materi padat dilihat dari perbedaan susunan partikelnya, pertama adalah Kristal yakni yang partikelnya tersusun dengan rapi serta teratur. Contohnya adalah es, intan, sebagian logam, dsb. Kedua adalah Amorf, yakni yang partikelnya tersusun secara abstrak atau acak. Biasanya Amorf memiliki tekstur dan tampilan yang elastis atau kenyal dan mengkilap. Contoh benda ini adalah lilin, kaca, plastic, karet, dsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok benda dapat dibedakan hanya dengan melihatnya secara kasat mata, namun demikian masing-masing jenis benda tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda. Diantara sifat <strong>benda padat</strong> tersebut adalah:</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/teori-atom/">Benda Cair</a></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Memiliki gaya tarik menarik yang sangat kuat diantara molekulnya</li>
<li>Molekul atau partikel penyusunnya tidak dapat bergerak dengan bebas dan tidak mudah dipisahkan, teratur dan juga rapat atau saling berdekatan</li>
<li>Memiliki volume dan massa tetap, namun dapat dirubah dengan cara tertentu seperti dipotong. Perubahan massa dan volume juga akan berpengaruh terhadap perubahan bentuk</li>
<li>Bentuknya tetap dan tidak berubah mengikuti wadahnya</li>
<li>Pola pergerakan partikel individunya hanya bergetar dan berputar ditempatnya</li>
</ul>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Perubahan wujud benda padat</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Perubahan wujud benda adalah peristiwa berubahnya bentuk suatu benda menjadi bentuk lain yang berbeda dengan bentuk asalnya. Proses perubahan ini disebabkan oleh penyerapan dan pelepasan kalor atau panas yang diakibatkan oleh pemanasan, pendinginan dan pengembunan. Seperti halnya benda cair yang dapat berubah bentuk melalui proses pembekuan dan penguapan, benda padat juga dapat mengalami perubahan wujud menjadi bentuk lain diantaranya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>
<h3><strong>Mencair</strong></h3>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Adalah peristiwa perubahan wujud padat menjadi benda cair, agar materi padat tersebut dapat berubah menjadi cair dibutuhkan energy panas yang memiliki suhu tinggi. Sebagai contoh adalah cokelat dan lilin yang memiliki wujud panas jika dipanaskan menggunakan suhu tinggi maka akan meleleh menjadi bentuk cair.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/besaran-turunan/">Besaran Turunan</a></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>
<h3><strong>Menyublim</strong></h3>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Adalah peristiwa perubahan wujud padat menjadi wujud gas, proses menyublim ini terjadi ketika benda yang memiliki wujud padat menerima kalor atau mengalami pemanasan. Sebagai contoh adalah kapur barus yang memiliki wujud padat dan dibiarkan lama kelamaan akan menyublim dan habis.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Pemuaian pada benda padat </strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Pemuaian merupakan peristiwa berubahnya dimensi atau ukuran dari suatu benda yang diakibatkan oleh perubahan suhu. Hal ini dapat terjadi ketika suhu mengalami kenaikan, karena ketika suhu bertambah maka kecepatan getar akan mengalami peningkatan sehingga kebutuhan ruang diantara partikelnya juga akan bertambah. Pada <a href="https://iup-ugm.com/benda-padat/"><strong>benda padat</strong></a> pemuaian dikelompokkan menjadi 3 yaitu:</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Pemuaian panjang, peningkatan suhu tersebut membuat benda menjadi lebih panjang. Biasanya terjadi pada benda yang panjang namun tipis.</li>
<li style="text-align: justify;">Pemuaian luas, peningkatan suhu membuat benda menjadi lebih luas dan biasanya terjadi pada benda luas yang tipis contohnya adalah plat logam.</li>
<li style="text-align: justify;">Pemuaian volume, peningkatan suhu menyebabkan peningkatan volume benda dan biasanya terjadi pada logam.</li>
</ol>
<!-- RatingBintangAjaib -->The post <a href="https://iup-ugm.com/benda-padat/">Uraian Terkait Benda Padat</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iup-ugm.com/benda-padat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sifat Benda Cair dan Perubahan Wujudnya</title>
		<link>https://iup-ugm.com/benda-cair/</link>
					<comments>https://iup-ugm.com/benda-cair/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[IUP UGM]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2026 23:31:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iup-ugm.com/?p=770</guid>

					<description><![CDATA[<p>Benda cair merupakan salah satu dari 3 kelompok materi selain padat dan gas yang dibedakan berdasarkan sifat, bentuk serta partikel penyusunnya. Kelompok benda ini banyak ditemukan disekitar kita, 70 persen dari bumi yang kita tempati merupakan air, bahkan 2/3 bagian dari tubuh manusia terdiri dari jenis materi ini. Merupakan benda yang memiliki wujud cairan dan &#8230;</p>
The post <a href="https://iup-ugm.com/benda-cair/">Sifat Benda Cair dan Perubahan Wujudnya</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Benda cair </strong>merupakan salah satu dari 3 kelompok materi selain padat dan gas yang dibedakan berdasarkan sifat, bentuk serta partikel penyusunnya. Kelompok benda ini banyak ditemukan disekitar kita, 70 persen dari bumi yang kita tempati merupakan air, bahkan 2/3 bagian dari tubuh manusia terdiri dari jenis materi ini. Merupakan benda yang memiliki wujud cairan dan memiliki sifat yang tidak tetap karena molekulnya dapat bergerak dengan bebas serta berubah sesuai bentuk wadahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh adalah air, jika ditempatkan kedalam botol maka air tersebut akan berbentuk seperti botol namun jika dipindahkan kedalam mangkuk maka air tersebut akan berubah sesuai dengan wadahnya yakni seperti mangkuk. Meski demikian, volume dari air yang dipindahkan ke wadah lain tersebut tetap sama dan tidak ikut berubah.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Sifat-sifat yang dimiliki benda cair </strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Meski dengan kasat mata kita dapat membedakan kelompok benda termasuk benda cair ataukah benda padat, namun ada beberapa sifat yang melekat pada benda tersebut yang dapat membedakan jenis bendanya yaitu:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Bentuk permukaan pada <strong>benda cair</strong> yang tenang akan selalu datar, sekalipun posisi wadahnya dimiringkan. Sifat inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk membuat waterpass dan dimanfaatkan untuk memeriksa kemiringan bidang atau tanah</li>
<li>Benda cair memiliki massa dan cenderung menekan kesegala arah, hal ini terlihat pada pipa yang bocor dan terus meneteskan air</li>
<li>Mengalir dari tempat yang memiliki tekanan lebih tinggi menuju ke tempat yang memiliki tekanan lebih rendah. Sifat ini yang dimanfaatkan dalam upaya mengalirkan air ke kamar mandi dan tempat-tempat penampungan air</li>
<li>Memiliki sifat kapilaritas, yakni mampu meresap bahkan melalui sela-sela kecil sekalipun. Sifat ini juga banyak berguna bagi kehidupan manusia contohnya adalah pada pembuatan lampu minyak, sumbu kompor, atau pewarnaan kain</li>
<li>Jarak antarpartikelnya lebih renggang dan partikelnya dapat bergerak bebas terbatas dengan bentuk yang tidak tetap sesuai dengan wadahnya.</li>
</ul>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/teori-atom/">Teori Atom</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa contoh wujud materi ini, yang bisa ditemukan disekeliling kita adalah air, susu cair, bensin, minyak goreng, santan, dan masih banyak lagi.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Perubahan wujud benda cair </strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Selain berwujud cairan, materi ini juga dapat berubah menjadi wujud lain. Perubahan wujud benda merupakan perubahan wujud suatu benda menjadi wujud yang berbeda disebabkan oleh peristiwa pelepasan dan penyerapan kalor. Peristiwa tersebut terjadi karena adanya pemanasan, pendinginan dan pengembunan.</p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat 2 perubahan wujud dari cair menjadi bentuk lain yaitu:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>
<h3><strong>Membeku</strong></h3>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Adalah peristiwa perubahan wujud benda cair menjadi benda padat dimana zat melepaskan energy panas. Proses pendinginan yang terjadi secara cepat membawa dampak pada temperature kriogenik.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/besaran-turunan/">Besaran Turunan</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kriogenik adalah ilmu yang mempelajari benda atau materi dengan temperature yang sangat rendah dibawah minus 150 derajat celcius atau 123 Kelvin. Peristiwa ini akan menyebabkan benda membeku dibawah titik bekunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh adalah air yang diletakkan dan didinginkan dalam lemari es akan membeku dan berubah bentuk menjadi es batu.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>
<h3><strong>Menguap</strong></h3>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Adalah peristiwa perubahan wujud <a href="https://iup-ugm.com/benda-cair/"><strong>benda cair</strong></a> menjadi benda gas dimana zat memerlukan atau menyerap energy panas. Peristiwa ini juga biasa disebut dengan evaporasi, yang mana molekul dalam keadaan cair secara spontan berubah menjadi gas. Prosesnya terjadi pada permukaan materi yang berwujud cair yang dapat terjadi pada suhu dibawah titik didih.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh adalah air yang direbus dalam waktu lama akan mengalami penguapan kemudian habis, atau bensin yang dibiarkan terbuka dalam waktu lama akan berubah menjadi gas.</p>
<!-- RatingBintangAjaib -->The post <a href="https://iup-ugm.com/benda-cair/">Sifat Benda Cair dan Perubahan Wujudnya</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iup-ugm.com/benda-cair/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penemuan dan Progres Teori Atom</title>
		<link>https://iup-ugm.com/teori-atom/</link>
					<comments>https://iup-ugm.com/teori-atom/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[IUP UGM]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 23:27:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iup-ugm.com/?p=767</guid>

					<description><![CDATA[<p>Teori atom diungkapkan pertama kali pada awal abad ke-4 sebelum Masehi oleh seseorang yang berasal dari Yunani bernama Democritus. Menurutnya suatu benda dapat dibagi menjadi bagian yang sangat kecil hingga tidak dapat terbagi lagi, yang mana bagian yang tidak dapat terbagi lagi tersebut disebut dengan atom. Atom tidak memiliki struktur internal, bersifat padat, dan memiliki &#8230;</p>
The post <a href="https://iup-ugm.com/teori-atom/">Penemuan dan Progres Teori Atom</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Teori atom </strong>diungkapkan pertama kali pada awal abad ke-4 sebelum Masehi oleh seseorang yang berasal dari Yunani bernama Democritus. Menurutnya suatu benda dapat dibagi menjadi bagian yang sangat kecil hingga tidak dapat terbagi lagi, yang mana bagian yang tidak dapat terbagi lagi tersebut disebut dengan atom.</p>
<p style="text-align: justify;">Atom tidak memiliki struktur internal, bersifat padat, dan memiliki ruang kosong antar atom yang berguna sebagai ruang pergerakannya. Selain itu atom dibedakan kedalam bentuk, massa dan ukuran guna menjelaskan perbedaan sifat dari material-material yang berbeda. Sayangnya meski mampu menjelaskan bahwa semua benda terdiri dari atom, konsep yang dikembangkan Democritus tidak memiliki bukti eksperimental.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Perkembangan teori-teori atom  </strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Karena ketidakmampuan model Democritus dalam memberikan bukti eksperimental, pada tahun 1800an berkembanglah teori-teori baru terkait atom yang didasarkan pada hasil eksperimen diantaranya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>
<h3>Teori Atom John Dalton (1803)</h3>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Teori Dalton didasarkan pada dua hukum yakni hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum Prouts). Hukum Lavoisier mengatakan massa total zat-zat sebelum reaksi dan hasil reaksi akan selalu sama, sementara hukum Prouts mengatakan perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap. Dari penggabungan dua hukum tersebut diperoleh kesimpulan bahwa:</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/besaran-turunan/">Besaran Turunan</a></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Setiap partikel terdiri dari atom</li>
<li>Atom dari unsur yang sama selalu identik, namun atom unsur lain berbeda dengan unsur lainnya</li>
<li>Atom tidak dapat dibagi, diciptakan dan dimusnahkan dengan reaksi kimia</li>
<li>Senyawa berasal dari gabungan atom dari unsur berbeda dengan perbandingan yang spesifik</li>
<li>
<h3><strong>Teori Atom J.J Thomson (1897)</strong></h3>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Teori atom</strong> ini lahir dari hasil eksperimen sinar katoda, yang dapat dibelokkan medan magnet atau medan listrik menuju kutub bermuatan positif. Hal ini membuktikan sinar katoda memiliki muatan negative, sehingga Thomson mengambil kesimpulan bahwa atom terdiri dari electron-elektron yang memiliki muatan negatif.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>
<h3><strong>Teori Atom Rutherford (1911)</strong></h3>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Teori Rutherford diperoleh dari hasil eksperimen hamburan sinar alfa dengan menembakkan partikel α yang memiliki muatan positif kearah lempengan emas tipis, dimana sebagian besar partikelnya mampu menembus lempengan emas dan sebagai lagi mengalami pembelokan atau terpantulkan. Dari eksperimen ini disimpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dengan muatan positif di bagian tengah dan dikelilingi oleh electron yang memiliki muatan negative.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>
<h3><strong>Teori Atom Bohr (1913)</strong></h3>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Teori yang dikemukakan Bohr memperbaiki teori dari Rutherford, dan merupakan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck. Bohr menyatakan bahwa electron mengelilingi inti atom pada orbit yang disebut kulit electron atau tingkat energy.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/cara-membuat-magnet/">Cara Membuat Magnet</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tinggi rendahnya orbit bergantung pada tingkat energy dari electron, yang mana electron dengan orbit rendah berarti memiliki energy yang lebih kecil sementara electron dengan orbit tinggi memiliki energy yang lebih besar. Electron dengan orbit paling rendah terletak pada bagian paling dalam dan electron dengan orbit paling tinggi terletak pada bagian paling luar.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>
<h3><strong>Teori Atom Modern (akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20)</strong></h3>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Banyak ahli yang telah mengembangkan <a href="https://iup-ugm.com/teori-atom/"><strong>teori atom</strong></a> modern diantaranya adalah seorang ahli dari Jerman bernama Werner Heisenberg dan Erwin Schrindinger. Teori Modern atau teori Mekanika Kuantum menyatakan atom terdiri dari inti atom dan awan electron yang menunjukkan tempat kebolehjadian electron.</p>
<p style="text-align: justify;">Tingkat energy pada electron digambarkan oleh orbital dimana orbital yang memiliki tingkat energy sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Kemudian beberapa sub kulit tersebut akan bergabung membentuk kulit. Teori ini memungkinkan adanya model atom yang lebih lengkap dan rumit dan masih misterius hingga sekarang.</p>
<!-- RatingBintangAjaib -->The post <a href="https://iup-ugm.com/teori-atom/">Penemuan dan Progres Teori Atom</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iup-ugm.com/teori-atom/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konsep Besaran Turunan dalam Ilmu Fisika</title>
		<link>https://iup-ugm.com/besaran-turunan/</link>
					<comments>https://iup-ugm.com/besaran-turunan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[IUP UGM]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 23:26:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iup-ugm.com/?p=764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Besaran turunan merupakan besaran dalam fisika yang memiliki satuan turunan dari hasil kombinasi dua atau lebih besaran pokok. Besaran ini memiliki jumlah yang sangat banyak, mencakup hampir keseluruhan besaran dalam ilmu fisika kecuali 7 besaran pokok, yakni besaran yang satuannya diperoleh dari pengukuran langsung menggunakan alat ukur meliputi panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus listrik, &#8230;</p>
The post <a href="https://iup-ugm.com/besaran-turunan/">Konsep Besaran Turunan dalam Ilmu Fisika</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Besaran turunan </strong>merupakan besaran dalam fisika yang memiliki satuan turunan dari hasil kombinasi dua atau lebih besaran pokok. Besaran ini memiliki jumlah yang sangat banyak, mencakup hampir keseluruhan besaran dalam ilmu fisika kecuali 7 besaran pokok, yakni besaran yang satuannya diperoleh dari pengukuran langsung menggunakan alat ukur meliputi panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus listrik, intensitas cahaya dan jumlah zat.</p>
<p style="text-align: justify;">Besaran sendiri adalah segala sesuatu di alam semesta yang dapat diukur serta dapat dinyatakan dalam angka, sementara satuan merupakan pembanding yang digunakan dalam pengukuran. Penciptaan besaran dilakukan dalam rangka memudahkan manusia dalam melakukan perbandingan ukuran. Satuan yang digunakan menggunakan sistem internasional karena lebih mudah untuk digunakan yang mana penyusunannya dibuat berdasarkan kelipatan bilangan 10.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/cara-membuat-magnet/">Cara Membuat Magnet</a></strong></p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Satuan, dimensi dan contoh besaran turunan </strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Jumlah satuan yang tergabung dalam besaran ini ditentukan berdasarkan jumlah besaran pokok yang membentuknya dan ditentukan dari bagaimana cara besaran-besaran pokok tersebut melakukan penggabungan, melalui perkalian ataukah pembagian. Sedangkan dimensinya dapat diperoleh dengan cara melakukan penjabaran terhadap dimensi pokok, yakni melalui pengukuran langsung menggunakan alat ukur maupun pengukukuran tidak langsung dengan rumus atau satuan besaran turunan. Syarat wajib agar dapat mengetahui dimensi dari besaran turunan adalah dengan menghapal dan menguasai dimensi dari 7 besaran pokok.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski memiliki jumlah yang sangat banyak, terdapat beberapa <strong>besaran turunan</strong> yang penting untuk diketahui diantaranya:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Luas, diturunkan dari besaran pokok panjang dengan lambang A dan satuan meter persegi</li>
<li>Volume, diturunkan dari besaran pokok panjang dengan lambang V dan satuan meter kubik</li>
<li>Massa jenis, diturunkan dari besaran pokok massa dan panjang dengan lambang ρ serta satuan kilogram per meter kubik</li>
<li>Kecepatan, diturunkan dari besaran pokok panjang dan waktu dengan lambang v serta satuan meter per detik</li>
<li>Percepatan, diturunkan dari besaran pokok panjang dan waktu dengan lambang a serta satuan meter per detik kuadrat</li>
<li>Gaya, diturunkan dari besaran pokok massa, panjang dan waktu dengan lambang F serta satuan newton (N)</li>
<li>Usaha, diturunkan dari besaran pokok massa, panjang dan waktu dengan lambang W serta satuan Joule (J)</li>
<li>Daya, diturunkan dari besaran pokok massa, panjang dan waktu dengan lambang P serta satuan Watt (W)</li>
<li>Tekanan, diturunkan dari besaran pokok massa, panjang dan waktu dengan lambang P serta satuan Pascal (Pa)</li>
<li>Momentum, diturunkan dari besaran pokok massa, panjang dan waktu dengan lambang P serta satuan Newton per meter persegi.</li>
</ol>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/rangkaian-seri/">Rangkaian Seri</a></strong></p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Pentingnya pengukuran besaran </strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Pengukuran merupakan suatu kegiatan membandingkan besaran satu dan besaran lainnya sehingga mendapatkan data secara pasti. Proses pengukuran dalam fisika sangatlah penting, hal ini diperlukan sebagai dasar validitas data. Dalam ilmu fisika hasil pengukuran dan teori juga harus selaras, karena jika tidak maka teori tersebut akan ditolak.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada mulanya dalam proses pengukuran digunakan satuan jengkal, tumbak atau mayam, namun hasil dari pengukuran ini tidak sama pada setiap orang dan kurang tepat. Lantas pada perkembangannya proses pengukuran sederhana menggunakan alat ukur seperti mistar atau jangka sorong guna mengukur besaran pokok panjang, dan timbangan untuk mengukur besaran pokok massa. Dengan adanya konsep besaran pokok dan <a href="https://iup-ugm.com/besaran-turunan/"><strong>besaran turunan</strong></a> yang telah ditetapkan oleh para fisikawan menggunakan satuan internasional maka semakin mempermudah dalam mencocokkan hasil pengukuran karena hasil setiap orang akan selalu sama serta akurat.</p>
<!-- RatingBintangAjaib -->The post <a href="https://iup-ugm.com/besaran-turunan/">Konsep Besaran Turunan dalam Ilmu Fisika</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iup-ugm.com/besaran-turunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Membuat Magnet Sederhana dan Lengkap</title>
		<link>https://iup-ugm.com/cara-membuat-magnet/</link>
					<comments>https://iup-ugm.com/cara-membuat-magnet/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[IUP UGM]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 23:26:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iup-ugm.com/?p=760</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara membuat magnet ada dua jenis yaitu dengan proses alam atau secara alami dan yang kedua magnet buatan dan dilakukan dengan sengaja. Seiring perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi makin canggih, magnet kini telah digunakan pada banyak alat elektronik seperti telepon, dinamo, alat ukur, dll. Magnet pertama kali ditemukan oleh orang Yunani di tempat yang &#8230;</p>
The post <a href="https://iup-ugm.com/cara-membuat-magnet/">Cara Membuat Magnet Sederhana dan Lengkap</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Cara membuat magnet</strong> ada dua jenis yaitu dengan proses alam atau secara alami dan yang kedua magnet buatan dan dilakukan dengan sengaja. Seiring perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi makin canggih, magnet kini telah digunakan pada banyak alat elektronik seperti telepon, dinamo, alat ukur, dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Magnet pertama kali ditemukan oleh orang Yunani di tempat yang bernama magnesia. Dari nama tempat itulah kata magnet berasal dan dipakai secara luas oleh masyarakat luas. Bentuk pertama kali ditemukan berupa magnet alam yang berbentuk batu. Pada umumnya benda yang bisa ditarik oleh magnet adalah benda yang mengandung dan memiliki unsur logam.</p>
<p style="text-align: justify;">Teori seperti itu ternyata tidak semua logam bisa terpengaruh daya tarik logam. Salah satu logam dengan daya tarik magnet yang paling kuat adalah baja dan besi. Berikut cara membuat magnet dan lengkap dengan penjelasannya.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Magnet dengan Elektromagnetik</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Cara pertama yang diajarkan yaitu <strong>cara membuat magnet </strong>menggunakan elektromagnetik. Elektromagnetik merupakan alternatif yang membuat magnet menggunakan cara aliran arus listrik. Sumber listrik yang dapat digunakan untuk berupa batu baterai segala ukuran dan jenisnya.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/rangkaian-seri/">Rangkaian Seri</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Elektromagnetik yang membutuhkan arus listrik searah atau dengan direct current. Dengan arti lain bahwa anda membutuhkan dua buah batu baterai agar bisa mempraktekkan cara ini. Selain itu, siapkan benda yang ingin kamu ubah menjadi magnet dengan contohnya yaitu paku besi. Lalu tidak lupa siapkan juga kabel kumparan atau kawat besi sebagai perantara pada di setiap aliran.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Gabungkan dua baterai untuk dihubungkan dengan kabel yang memiliki kumparan.</li>
<li>Lalu hubungkan kedua ujung kabel menjadi kutub positif dan kutub negatif.</li>
<li>Sebaiknya kupas ujung kabel dengan menggunakan gunting agar rapi.</li>
<li>Selanjutnya lilitkan kabel pada paku besi.</li>
<li>Demikian magnet yang kamu buat sudah siap untuk digunakan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Untuk menentukan kutub utara dan kutub selatan pada magnet buatan, biasanya kamu bisa gunakan dengan kaidah tangan kanan. Yaitu dengan cara menggenggam paku besi ada di posisi ibu ari dibuka. Sedangkan jari lain tetap menggenggam, dengan begitu ibu jari menunjukkan arah kutub utara ada magnet.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Magnet dengan Induksi</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Cara membuat magnet dengan induksi adalah cara induksi. Cara kerja yang ada di induksi terjadi karena adanya pengaruh gaya pada magnet di sebuah benda magnet dengan elemen atau konduktor. letakkan magnet permanen yang sudah dipersiapkan dengan menggunakan benda yang ingin kamu ubah menjadi magnet. Lalu letakkan dua benda tersebut secara berdekatan dengan posisi vertikal.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/hukum-kirchoff/">Hukum Kirchoff</a></strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pertama, letakkan jarum atau yang lain yang bisa menempel dengan magnet</li>
<li>dapat dipastikan pastikan posisi magnet permanen dan konduktor tidak berubah-ubah</li>
<li>lihat pada gerakan jarum yang telah kamu letakkan di bawah konduktor.</li>
<li>Perlahan jarum tersebut akan menempel pada konduktor.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Berbeda jika konduktor yang kamu gunakan adalah batang baja. Batang baja juga masih bisa menarik jarum meski magnet permanen telah di jauhkan.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Magnet dengan Menggosok</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Cara membuat magnet dengan cara menggosok kamu hanya memerlukan magnet permanen serta benda yang kamu ingin alirkan. Benda yang dapat dialiri magnet adalah benda yang sudah memiliki sifat kemagnetan, misalnya adalah besi dan baja sekaligus. Benda tersebut mempunyai terdiri atas domain maupun magnet kecil yang disebut dengan magnet elementer.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal itu magnet buatan memiliki beberapa bentuk yang dapat disesuaikan dengan fungsinya. Bentuk magnet tersebut adalah batang, silinder atau tabung, jarum, bentuk U, ladam atau tapal kuda. Sedangkan bahan yang bisa dibuat untuk menjadi magnet adalah bahan yang terdiri dari atom magnet.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut 3 <a href="https://iup-ugm.com/cara-membuat-magnet/"><strong>cara membuat magnet</strong></a> dengan lengkap. Semoga bermanfaat!</p>
<!-- RatingBintangAjaib -->The post <a href="https://iup-ugm.com/cara-membuat-magnet/">Cara Membuat Magnet Sederhana dan Lengkap</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iup-ugm.com/cara-membuat-magnet/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel</title>
		<link>https://iup-ugm.com/rangkaian-seri/</link>
					<comments>https://iup-ugm.com/rangkaian-seri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[IUP UGM]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 23:24:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iup-ugm.com/?p=757</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang mempunyai komponen penyusunnya secara disusun berderet dan hanya melalui satu jalur aliran listrik. Rangkaian paralel merupakan sebuah rangkaian aliran arus listrik yang disusun secara sejajar dan mempunyai cabang yang ada pada dalam sebuah rangkaian. Istilah rangkaian listrik akan kita pelajari mengenai listrik. Rangkaian listrik sendiri merupakan sebuah rangkaian yang &#8230;</p>
The post <a href="https://iup-ugm.com/rangkaian-seri/">Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Rangkaian seri</strong> adalah rangkaian listrik yang mempunyai komponen penyusunnya secara disusun berderet dan hanya melalui satu jalur aliran listrik. Rangkaian paralel merupakan sebuah rangkaian aliran arus listrik yang disusun secara sejajar dan mempunyai cabang yang ada pada dalam sebuah rangkaian.</p>
<p style="text-align: justify;">Istilah rangkaian listrik akan kita pelajari mengenai listrik. Rangkaian listrik sendiri merupakan sebuah rangkaian yang dapat menggambarkan aliran elektron yang berasal dari sumber voltage. Arus listrik adalah sebutan untuk aliran elektron. Proses aliran elektron atau arus listrik inilah biasanya kita sebut dengan listrik.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Rangkaian Seri</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Suatu rangkaian seri yaitu rangkaian listrik yang memiliki komponen penyusunnya disusun secara berderet dan hanya memiliki satu jalur aliran listrik. Oleh karena itu rangkaian ini merupakan rangkaian yang disusun tanpa adanya cabang.</p>
<p style="text-align: justify;">Gambaran mengenai rangkaian listrik yaitu terdapat tiga lampu sebagai resistor. Lalu pada satu jalur kabel dengan satu sumber arus yaitu baterai yang dirangkai sehingga akan membentuk rangkaian seri. Bisa juga rangkaian seri dengan tiga resistor dan mempunyai 6 baterai sebagai sumber arus listrik.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/hukum-kirchoff/">Hukum Kirchoff</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam menyelesaikan soal terkait rangkaian seri, maka anda harus mengetahui rumus arus listrik terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>V = I R</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Keterangan:</p>
<p style="text-align: justify;">V= Besar voltase (volt)</p>
<p style="text-align: justify;">I= kuat arus listrik (A)</p>
<p style="text-align: justify;">R= hambatan (Ohm)</p>
<p style="text-align: justify;">Rumus kuat arus listrik ini disebut dengan hukum Ohm karena pertama kali dicetuskan oleh ahli fisika Jerman Georg Simon Ohm: “kuat arus dalam suatu rangkaian berbanding lurus dengan tegangan pada ujung-ujung rangkaian dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian.” Tahun 1787 – 1854</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Rangkaian Paralel</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian paralel merupakan sebuah rangkaian listrik yang memiliki komponen disusun secara sejajar dimana terdapat lebih dari satu jalur listrik atau bercabang. Contohnya yaitu sebuah rangkaian akan memiliki dua resistor tapi dimana terdapat satu jalur kabel untuk setiap resistornya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jumlah kebalikan hambatan total dengan rangkaian paralel yang sama dengan jumlah dari kebalikan hambatan tiap komponen atau resistornya. Arus yang mengalir di setiap cabang rangkaian listrik paralel akan memiliki nilai yang pastinya berbeda. Setiap komponen yang akan dipasang akan mendapat jumlah arus yang berbeda.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/gaya-magnet/">Gaya Magnet</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan besaran voltase yang diperoleh akan sama besar. Hambatan total jga akan didapatkan lebih kecil.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Perbedaan Susunan Rangkaian</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Perbedaan kedua rangkaian ini terlihat dari susunan komponennya yang terpasang. Susunan tersebut dapat dilihat dari percabangan kabel atau penempatannya.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Rangkaian seri: biasanya pada <strong>rangkaian seri</strong> memiliki susunan yang sederhana sehingga akan membentuk susunan seri yang tidak memiliki percabangan kabel diantara beban atau sumber tegangan yang terpasang.</li>
<li>Rangkaian paralel: pada rangkaian ini biasanya memiliki susunan yang sangat kompleks dan ada percabangan kabel diantara beban dan tegangan yang terpasang.</li>
</ul>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Perbedaan Komponen Rangkaian</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Selain perbedaan susunan, dapat membedakan rangkaian seri dan paralel dari segi komponennya. Meskipun jumlah beban atau hambatan dapat disesuaikan.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Rangkaian seri: rangkaian ini komponen nya lebih sederhana yang terdiri dari sumber tegangan, kabel, dan beban. Walaupun terkadang di rangkaian seri menggunakan saklar, tetapi rangkaian seri hanya dibutuhkan satu saklar saja.</li>
<li>Rangkaian paralel: pada rangkaian ini biasanya komponen yang digunakan cenderung lebih kompleks dan sangat banyak. Contohnya yaitu kabel yang digunakan rangkaian paralel lebih panjang karena rangkaian paralel memiliki percabangan. Selanjutnya juga rangkaian paralel menggunakan satu saklar untuk menampung cukup satu beban saja.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Berikut perbedaan <a href="https://iup-ugm.com/rangkaian-seri/"><strong>rangkaian seri</strong></a> dan rangkaian paralel. Semoga bermanfaat!</p>
<!-- RatingBintangAjaib -->The post <a href="https://iup-ugm.com/rangkaian-seri/">Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iup-ugm.com/rangkaian-seri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengertian Hukum Kirchoff</title>
		<link>https://iup-ugm.com/hukum-kirchoff/</link>
					<comments>https://iup-ugm.com/hukum-kirchoff/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[IUP UGM]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 23:15:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iup-ugm.com/?p=754</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hukum Kirchoff adalah dua persamaan yang akan selalu berhubungan dengan arus dan beda potensial atau biasa dikenal dengan tegangan dalam suatu rangkaian listrik. Pertama kali hukum ini diperkenalkan oleh seorang ahli fisika asal Jerman yaitu Gustav robert Kirchoff pada tahun 1845. Dalam ilmu fisika mengenai tentang listrik arus searah, hukum ini yang mengatur tentang percabangan &#8230;</p>
The post <a href="https://iup-ugm.com/hukum-kirchoff/">Pengertian Hukum Kirchoff</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;"><b><span lang="IN" style="color: black;">Hukum Kirchoff </span></b><span lang="IN" style="color: black;">adalah dua persamaan yang akan selalu berhubungan dengan arus dan beda potensial atau biasa dikenal dengan tegangan dalam suatu rangkaian listrik. Pertama kali hukum ini diperkenalkan oleh seorang ahli fisika asal Jerman yaitu Gustav robert Kirchoff pada tahun 1845.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN" style="color: black;">Dalam ilmu fisika mengenai tentang listrik arus searah, hukum ini yang mengatur tentang percabangan loop dan juga percabangan atau junction rule. Hukum ini pada umumnya dibagi menjadi dua.</span></p>
<h2><span lang="IN">Hukum Kirchoff  I</span></h2>
<p style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN" style="color: black;">Hukum kirchoff I biasa dikenal dengan sebagai hukum percabangan yang akan membahas tentang kekekalan yang muatan. Hukum ini juga menyatakan bahwa jumlah arus listrik yang akan masuk melalui suatu titik percabangan dalam rangkaian listrik tertentu. Arus listrik ini sama dengan jumlah arus yang harus keluar melalui titik percabangan itu pula. </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN" style="color: black;">Hukum ini biasanya digunakan pada rangkaian listrik yang sederhana dan memiliki titik percabangan ketika arus mulai terbagi. Hukum ini biasanya akan diperlukan untuk membuat rangkaian yang berbentuk multicipal yang mengandung titik percabangan ketika arus akan mulai terarah dan terbagi. Pada keadaaan tunak, tidak ada akumulasi terhadap muatan listrik pada setiap titik dalam rangkaian. </span></p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/gaya-magnet/">Gaya Magnet</a></strong></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN" style="color: black;">Dari pernyataan hukum kirchoff I akan dapat disimpulkan bahwa muatan total menuju suatu titik sama pada muatan total yang akan meninggalkan dan keluar melalui titik percabangan tersebut. </span></p>
<h2><span lang="IN">Hukum Kirchoff  II</span></h2>
<p style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;"><b><span lang="IN" style="color: black;">Hukum kirchoff</span></b><span lang="IN" style="color: black;"> II dikenal sebagai hukum tegangan berupa Kirchoff. Hukum ini berbunyi bahwa setiap rangkaian yang tertutup akan mempunyai perbedaan potensial dan harus sama dengan nol. Dalam hukum kedua juga terdapat beda potensial antara dua titik dalam percabangan di suatu rangkaian pada keadaan tunak yaitu konstan.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN" style="color: black;">Hukum ini juga sering disebut sebagai hukum simpal atau loop rule. Dinyatakan seperti itu karena pada kenyataannya beda potensial antara dua titik percabangan dalam satu rangkaian pada tunak dengan posisi konstan. Hukum ini merupakan bukti dari keberadaan yaitu hukum konservasi energi. </span></p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/pembelahan-mitosis/">Pembelahan Mitosis</a></strong></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN" style="color: black;">Jika kita memiliki sebuah muatan yaitu Q di sembarang titik dengan potensial yaitu V, dengan begitu pasti energi yang dimiliki oleh muatan yaitu QV. Selanjutnya jika muatan akan mulai bergerak melintasi simpal, maka muatan itu yang akan kita miliki dapat tambahan energi atau kehilangan sebagian energinya saat melalui resistor baterai atau elemen lainnya. Namun jika kembali kepada titik awalnya, energi akan berubah dan kembali menjadi QV.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN" style="color: black;">Hukum kedua ini ada beberapa hal yang harus dipenuhi dan diperhatikan sebelum menggunakan nya. Pertama, ambil arah arus secara bebas untuk tetap dan memperhatikan hukum titik percabangan jika loop nya lebih dari satu. Lalu selanjutnya ambil arah loop searah atau berlawanan dengan arah jarum jam. </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN" style="color: black;">Jadi untuk resistor, ada tanda beda potensial positif akan arah loop sama dengan arah arus negatif jika berlawanan. Mengenai GGL, tanda akan beda potensial menjadi positif jika arah geraknya dari terminal positif ke negatif dan negatif jika sebaliknya. </span></p>
<h2><span lang="IN">Penerapan Hukum Kirchoff</span></h2>
<p style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN" style="color: black;">Di dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita harus memasang lampu secara seri tetapi dalam keadaan yang bisa berbeda kita juga harus memasang lampu secara paralel. Kuat arus listrik dalam suatu rangkaian tak bercabang, besarnya selalu sama. Pada umumya lampu-lampu di rumah kita terpasang secara paralel. </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 10pt; text-align: justify;"><span lang="IN" style="color: black;">Bagaimana? Mudah kan mempelajari <a href="https://iup-ugm.com/hukum-kirchoff/"><b>Hukum Kirchoff</b></a>. Semoga dapat membantu dan bermanfaat.</span></p>
<!-- RatingBintangAjaib -->The post <a href="https://iup-ugm.com/hukum-kirchoff/">Pengertian Hukum Kirchoff</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iup-ugm.com/hukum-kirchoff/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gaya Magnet Ilmu Fisika</title>
		<link>https://iup-ugm.com/gaya-magnet/</link>
					<comments>https://iup-ugm.com/gaya-magnet/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[IUP UGM]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 23:13:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iup-ugm.com/?p=751</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gaya magnet yang biasa dikenal dengan gaya Lorentz karena gaya yang dialami oleh penghantar yang berarus listrik. Sebuah penghantar yang akan ditempatkan pada medan magnet atau induksi magnetic pasti akan mengalami gaya. Gaya lorentz merupakan gabungan antara gaya elektrik dengan gaya magnetik pada sebuah medan elektromagnetik. Gaya lorentz akan ditimbulkan karena adanya muatan listrik yang &#8230;</p>
The post <a href="https://iup-ugm.com/gaya-magnet/">Gaya Magnet Ilmu Fisika</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Gaya magnet</strong> yang biasa dikenal dengan gaya Lorentz karena gaya yang dialami oleh penghantar yang berarus listrik. Sebuah penghantar yang akan ditempatkan pada medan magnet atau induksi magnetic pasti akan mengalami gaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gaya lorentz merupakan gabungan antara gaya elektrik dengan gaya magnetik pada sebuah medan elektromagnetik. Gaya lorentz akan ditimbulkan karena adanya muatan listrik yang bergerak atau karena adanya muatan listrik. Gaya lorentz akan menghasilkan arah yang selalu tegak lurus dan arah yang kuat yaitu arus listrik (I) dan induksi magnetik ada (B).</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Manfaat Gaya Lorentz</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Manfaat dari gaya Lorentz adalah dapat mengalirkan arus listrik pada kumparan di dalam medan magnet, dapat dihasilkan pula gaya Lorentz yaitu berupa rotasi pada motor listrik. Gaya ini bisa digunakan untuk menggerakkan batang shaft yang kemudian akan dipakai untuk segala kebutuhan.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><strong>Penerapan Pada Gaya Magnet</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Gaya magnet bisa digunakan pada alat yang dapat berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Berikut contoh energi listrik menjadi energi gerak.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/gaya-magnet/">Gaya Magnet</a></strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>
<h3><strong>Alat Ukur Listrik</strong></h3>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Alat ukur yang mempunyai jenis alat ukur listrik banyak dan sering dijumpai atau digunakan yang memiliki bentuk alat ukur jenis kumparan berputar. Bagian pada alat ini memiliki kumparan berputar yaitu inti besi lunak yang berbentuk silinder. Silinder itu lalu dililiti kawat yang akan membentuk kumparan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kumparan dengan inti besi lunak tersebut ditaruh di antara kutub sebuah magnet yang sifatnya permanen. Alat ini ketika arus listrik mengalir di dalam kumparan maka sisi kumparan yang berada dekat dengan kutub magnet akan mengalami <strong>gaya magnet</strong> yang berlawanan sehingga akan menghasilkan kumparan yang berputar.</p>
<p style="text-align: justify;">Kumparan akan mengambil kedudukan pada suatu sudut putaran karena putaran kumparan itu ditahan oleh kedua pegas yang berbentuk spiral. Maka akan menimbulkan makin besar arus listrik yang mengalir masuk ke dalam kumparan tersebut, akan semakin besar pula sudut putarannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Putaran dari kumparan diteruskan pegas ke arah jarum agar menunjukkan angka dengan skala tertentu. Angka yang keluar akan menyatakan besar kuat arus listrik atau berapa besar tegangan yang akan diukur listrik. Alat ukur jenis listrik ini mempunyai kumparan yang banyak atau biasa digunakan dan dipakai untuk galvanometer, amperemeter, dan voltmeter.</p>
<p><strong>Baca juga : <a href="https://iup-ugm.com/pembelahan-mitosis/">Pembelahan Mitosis</a></strong></p>
<ol style="text-align: justify;" start="2">
<li>
<h3><strong>Motor listrik</strong></h3>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Motor listrik jenis ini sangat sederhana arus searah dan terdiri dari kumparan yang dibarengi dengan atas roda sehingga dapat berputar di antara kutub magnet yang berbentuk ladam. Ujung pada kumparan atau biasa disebut koil akan dihubungkan dengan cincin belah atau bisa disebut dengan komutator.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua blok karbon pada motor listrik ini sikat untuk menekan komutator tersebut. Arus listrik akan dialirkan masuk serta keluar dari kumparan atau coil melalui sikat karbon. Komutator akan berputar bersamaan dengan kumparan lainnya. Sikat karbon tidak akan ikut berputar sehingga akan membentuk kawat penghubung baterai tidak melintir atau berpilin.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua sikat yang ada pada komutator dapat mengubah arah arus sehingga akan menghasilkan dan mengubah gaya lorentz pada keempat sisinya di kumparan. Akibat dari kejadian itu kumparan akan berputar diantara dua kutub magnet. Motor listrik akan mengubah energi listrik menjadi gerak.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh lain aplikasi gaya Lorentz lainnya yaitu dapat diterapkan pada railguns, linear alternator, loudspeaker, loudspeaker, generator listrik, dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut <a href="https://iup-ugm.com/gaya-magnet/"><strong>gaya magnet</strong></a> dalam ilmu fisika, semoga dapat bermanfaat!</p>
<!-- RatingBintangAjaib -->The post <a href="https://iup-ugm.com/gaya-magnet/">Gaya Magnet Ilmu Fisika</a> first appeared on <a href="https://iup-ugm.com">BIMBEL IUP UGM TERBAIK & TERLENGKAP</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iup-ugm.com/gaya-magnet/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
