Rumus Gaya, Pengertian dan Penjelasan

Rumus Gaya, Pengertian dan Penjelasan

Rumus gaya berpedoman pada hukum newton yaitu hukum newton 1 yang mengatakan bahwa tidak gaya adalah nol (0). Hukum newton 2 menyatakan bahwa tidak gaya yang bekerja pada benda senilai dengan percepatan dikali massa. Hukum newton 3 menyatakan bahwa total gaya aksi sama dengan total gaya reaksi.

Seorang penjual mie ayam mendorong gerobaknya supaya bisa berjalan. Gerobak yang jalan tersebut merupakan interaksi dari tangan penjual mie ayam dengan gerobak yang berupa dorongan. Ketika terdapat pembeli datang penjual mie ayam menarik gerobak sehingga gerobak terhenti. Dorongan dan tarikan inikah salah gaya. Untuk lebih jelasnya simak penjelasannya.

Pengertian Gaya

Gaya yaitu interaksi yang bisa mengakibatkan masa bisa memiliki perubahan dalam segi arah ataupun perubahan fisik. Dari tersebut dapat membuat benda yang diam jadi bergerak, berpindah arah dan merubah bentuk. Simbol gaya yaitu F dan memiliki satuan newton (N). Adapun kata newton ini diambil dari ahli matematika dan ilmuwan besar yaitu Sir Isaac Newton.

Gaya tarikan dan dorongan penjual mie ayam ketika tangan penjual mie ayam menyentuh gerobak. Ini dinamakan sebagai gaya sentuh. Jika berdasarkan dengan sentuhan terdapat gaya tak sentuh dan gaya sentuh. Gaya tak sentuh berarti tidak ada sentuhan pada benda, tapi dapat menyebabkan adanya gaya seperti halnya gaya gravitasi dan gaya magnet.

Baca juga : Besaran Pokok

Jenis-Jenis Gaya

Gaya tidak hanya berupa dorongan dan tarikan tapi gaya juga bermacam jenis tergantung dari proses terjadinya suatu gaya. Berikut ini beberapa jenis gaya.

  1. Gaya otot

Gaya ini dapat terjadi bagu organisme yang memiliki jaringan otot. Contohnya proses pencernaan makanan dalam perut organisme ini dikarenakan otot – otot pada usus.

  1. Gaya mesin

Gaya yang disebabkan oleh kinerja dari suatu mesin. Contohnya saja mesin diesel untuk pompa air dapat menyedot air ke tempat lain menggunakan selang.

  1. Gaya gesek

Gaya yang dapat terjadi karena sentuhan dari benda satu ke benda lainnya. Gaya gesekan jnj dapat mengakibatkan perlombaan pergerakan. Contohnya ketika di jalan yang berlubang sepeda motor tidak dapat melaju dengan kencang dikarenakan permukaan jalan yang kasar. Berbeda jika di jalan yang rata sepeda motor dapat melaju dengan cepat.

  1. Gaya listrik

Gaya yang terjadi karena adanya muatan listrik pada suatu benda. Contohnya setrika yang panas setelah dicolokkan ke sumber listrik.

  1. Gaya magnet

Gaya yang diakibatkan dari benda logam seperti mbak nya baja atau besi terhadap magnet maupun kutub magnet yang berlawanan.

Baca juga : Pesawat Sederhana

  1. Gaya gravitasi

Gaya yang dapat dihasilkan oleh bumi untuk dapat menarik benda yang memiliki massa. Misalnya buah mangga jatuh dari pohonnya.

  1. Gaya pegas

Gaya yang dapat terjadi karena benda pegas yang berupa regangan dan tegangan pada pegas. Contohnya ketika duduk di atas springbed kita akan terasa ada gaya dorongan ke atas hal ini dikarenakan dalam spring bed tersebut terdapat struktur pegas.

Hukum Newton

Rumus gaya ini didapatkan dari adanya hukum newton, berikut inilah penjelasannya.

  1. Hukum newton I

Setiap benda yang dapat mempertahankan. Keadan bergerak lurus beraturan atau diam, terkecuali terdapat gaya yang bekerja untuk dapat mengubahnya. Jadi rumuskanlah Jumlah F = 0.

  1. Hukum newton II

Benda yang memiliki massa (m) jika mengalami gaya resultan sebesar F akan terdapat percepatan a yang arah bendanya sama dengan arah gaya tersebut. Besarnya gaya sebanding lurus dengan F dan berbanding terbalik dengan massa (m). Jika dirumuskan maka F = m. a dengan begitu satuan gaya berupa kg m/s.

  1. Hukum newton III

Pada setiap aksi maka akan ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah atau bisa juga dari dua gaya yang bekerja pada benda satu dengan yang lainnya. Sehingga dapat dirumuskan dengan F aksi = – F reaksi.

Rumus gaya yang sudah dijelaskan sebelumnya dapat menjadi referensi untuk menambah pengetahuan anda tentang pelajaran fisika. Sehingga anda akan lebih memahami lagi materi yang berhubungan dengan rumus gaya.

Besaran Pokok Lengkap Dengan Definisi dan SI

Besaran Pokok Lengkap Dengan Definisi dan SI

Besaran pokok adalah satuan dalam pelajaran fisika yang perlu anda ketahui sebelum mengenal lebih jauh lagi tentang ilmu fisika. Jika terdapat besaran pokok ada juga besaran turunan. Nah kedua besaran ini sangat penting dalam keseharian kita. Misalnya saja tahukah anda perbedaan antara jalan kaki dengan kecepatan 2 km / jam dengan naik sepeda dengan kecepatan 20 km/jam.

Anda tentunya bisa membedakannya dengan menghitung perbedaan dari masing-masing kecepatan uang dimiliki. Untuk menghitung anda butuh rumus yang nantinya berkaitan dengan besaran pokok. Untuk lebih jelasnya mari kita kupas tuntas tentang besaran pokok.

Pengertian Besaran

Besaran pokok yaitu besaran yang satuannya telah didefinisikan dahulu sebelum pada akhirnya dijabarkan dari besaran lainnya. Sesuai dengan kesepakatan para ahli fisika di seluruh dunia. Telah ditetapkan tujuh besaran pokok yang ada dalam fisika. Berikut inilah besaran pokoknya

NoBesaran PokokSatuan SISingkatan
1PanjangMeterm
2MassaKilogramKg
3WaktuSekons
4Kuat Arus listrikAmpereA
5SuhuKelvinK
6Intensitas cahayaKandelaCd
7Jumlah zatMolmol

Baca juga : Pesawat Sederhana

Untuk lebih jelasnya silahkan baca pada paragraf selanjutnya

  1. Panjang

Besaran yang digunakan untuk mengukur panjang benda . Satuan internasional panjang yaitu meter (m)  dengan dimensi (L). Satu meter dapat didefinisikan sebagai jarak yang digunakan oleh cahaya dalam ruangan hampa selama 1/299.792.458 sekon.

  1. Massa

Besaran yang digunakan untuk mengukur massa atau kandungan materi benda. Satuan internasional massa yaitu kilogram (kg)  dengan dimensi (m). Untuk massa yang memiliki jumlah satu kilogram dapat diartikanjuga massa tersebut memiliki massa silinder logam.

  1. Waktu

Besaran yang memiliki fungsi untuk mengukur waktu pada suatu peristiwa ataupun kejadian. Contohnya stopwatch digunakan untuk mengukur seberapa cepat pelari. Satuan internasional waktu yaitu sekon (s)  dengan dimensi (T). Satu sekon dapat didefinisikan sebagai selang waktu yang dibutuhkan untuk atom Zayn -133 dapat bergerak sebanyak 9.192.631.770 kali.

  1. Kuat arus listrik

Kuat arus dimanfaatkan untuk mengukur arus listrik dari satu tempat ke tempat lainnya. Satuan internasionalnya yaitu Ampere (A) dan berdimensi [I] . Unyuk satu ampere dapat didefinisikan sebagai kiat arus yang dibutuhkan untuk dapat memindahkan satu muatan coulomb pada setiap detiknya.

  1. Suhu

Besaran suhu digunakan untuk mengukur panas pada suatu benda. Satuan internasional suhu yaitu Kelvin (K).  Alat yang digunakan untuk mengukur suhu yaitu termometer.

Baca juga : Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui

  1. Intensitas cahaya

Besaran yang digunakan untuk mengukur terang atau tidak cahaya yang jatuh pada benda tersebut. Satuan internasional yaitu candela (cd). Adapun satu candela dapat didefinisikan sebagai intensitas pancaran radiasi monokromatik yang berfrekuensi 540 x 1012 dan memiliki intensitas radian 1/683 watt per radian.

  1. Jumlah zat

Besaran ini digunakan untuk dapat mengukur jumlah partikel yang ada pada benda tersebut. Jumlah zat ini memiliki satuan internasional (SI)  yaitu mol dan dimensi (N). Untuk satu mol dapat didefinisikan sebanding dengan banyak karbon -12

Besaran Turunan

Besaran turunan selalu dikaitkan dengan besaran pokok karena besaran turunan adalah kombinasi dari besaran pokok. Jumlah besaran turunan memiliki jumlah yang sangat banyak. Anda dapat mengenal luas merupakan kombinasi dari peekalia besaran pokok yaitu panjang.

Massa jenis juga merupakan kombinasi dari besaran massa yang dibagi dengan besaran turunan yaitu volume. Kecepatan juga termasuk kombinasi dari besaran pokok panjang yang dibagi dengan besaran pokok waktu. Masih baha lagi kombinasi dari besaran turunan yang menggunakan besaran pokok. Oleh karena itu keduanya saling berkaitan.

Demikian tadi Besaran pokok beserta rumus dan penjelasannya yang bisa nada jadikan referensi untuk belajar fisika bagi pemula. Untuk anda yang mulai menyukai fisika penting juga untuk mengetahui besaran pokok karena itu adalah dasar perhitungan selanjutnya.

Materi Lengkap Tentang Pesawat Sederhana (Pengertian, Jenis Dan Rumusnya)

Materi Lengkap Tentang Pesawat Sederhana (Pengertian, Jenis Dan Rumusnya)

Pesawat sederhana bisa kita lihat sehari – hari dalam kehidupan. Misalnya saja jika anda melihat permainan jungkat-jungkit itulah contoh pesawat sederhana. Selain itu gunting yang kalian gunakan untuk memotong kain, kertas dan lainnya juga termasuk dalam golongan pesawat sederhana. Lalu apakah sebenarnya pesawat sederhana itu? Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan baca pada paragraf selanjutnya.

Pengertian Pesawat Sederhana

Pesawat sederhana yaitu berbagai peralatan yang bisa memudahkan manusia untuk menyelesaikan pekerjaannya. Ketika anda mempelajari pesawat sederhana anda harus mengenal berbagai istilah sebagai berikut

  • Titik kuasa merupakan tempat dimana gaya kuasa itu diberikan
  • Titik beban merupakan tempat dimana meletakkan benda
  • Titik tumpu merupakan titik yang nantinya akan menjadi tumpuan untuk beban dan memiliki sifat tetap.

Jenis – Jenis Pesawat Sederhana

Pesawat sederhana dibagi menjadi 3 yaitu pengungkit, katrol, Pengungkit miring. Berikut inilah penjelasannya

  1. Pengungkit

Yaitu pesawat sederhana yang berupa batang keras yang memiliki rotasi pada titik tumpu. Prinsip kerja dari pengungkit tauty dengan menggunakan kata kecuk beban berat dapat dipindahkan dengan mudah. Bagaimana cara memperkecil gaya?

Gaya dapat sipeekecik dengan memendekkan lengan beban. Jika lengan beban lebuh pendek maka lengan kuasanya yang akan memanjang. Jika lengan kuasa semakin memanjang maka gaya yang dibutuhkan juga semakin kecil. Jika dirumuskan “

F x lk = w x lb

gaya

Keterangan

F = gaya kuasa (N)

w = beban (N)

Lk = lengan kuasa (m)

Lb = lengan beban (m)

Baca juga : Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui

Berdasarkan dari rumus diatas maka pengungkit dibedakan lagi menjadi 3 yaitu

  • Pengungkit tingkat I

Merupakan pengungkit yang memiliki titik tumpu berada di antara lengan kuasa dan lengan beban. Contohnya saja yang lalu, jungkat jungkit, gunting, linggis dan masih banyak lagi.

  • Pengungkit tingkat II

Merupakan pengungkit yang memiliki titik beban diantara titik kuasa dan titik tumpu. Contohnya pemecah kemiri, gerobak dorong, pembuka tutup botol dan lainnya.

  • Pengungkit tingkat III

Merupakan pengungkit yang memiliki titik kuasa diantara titik tumpu dan titik beban. Contohnya stapler, pinset, alat pancing, lengan ketika sedang memegang benda dan lainnya.

  1. Bidang miring

Merupakan pesawat sederhana berupa palan ataupun bidang yang miring. Tujuannya digunakan untuk memindahkan Batang dengan beban yang berat. Semakin miring bidangnya semkain kecil gaya hang dberikan. Jadi rumusnya yaitu

F x s = w x h

Keterangan

F = gaya (N)

S = panjang papan (m)

w = beban (N)

h = tinggi papan (m)

Baca juga : Pengertian Sejarah

  1. Katrol

Katrol merupakan salah satu pesawat sederhana yang berupa roda beralur dikelilingi dengan tali. Prinsip kerjanya yaitu mengubah arah gaya yang dapat menimbulkan beban dapat terangkat. Katrol sama juga dengan pengungkit yang memiliki titik tumpu, kuasa dan beban.

Pada umumnya katrol dibagi menjadi 3 yaitu

  • Katrol tetap

Katrol yang memiliki posisi selalu tetap ketika digunakan. Katrol tetap digunakan untuk penggerak timba yang ada di sumur. Keuntungan mekanis katrol ini tetap. Karena gaya kuasa memang sepenuhnya digunakan untuk menarik beban sehingga F=w. Jadi keuntungan mekanisnya 1.

  • Katrol bergerak

Merupakan katrol yang berubah posisi ketika digunakan. Contohnya katrol yang digunakan untuk mengangkat adonan semen sampai ke lantai atas dalam pembangunan.

  • Katrol majemuk

Merupakan perpaduan dari katrol bergerak dan tetap. Keuntungan mekanisnya dapat ditentukan dari banyaknya tali yang digunakan. Semakin banyak katrol yang digunakan semakin mudah juga untuk mengangkat barang.

Demikian tadi beberapa jenis, pengertian dan rumus dari Pesawat sederhana. Banyak manfaat dan kegunaan untuk kehidupan sehari-hari jadi anda juga harus mengetahuinya. Sehingga dengan pengetahuan dan rumus yang disebutkan anda bisa memperkirakan pekerjaan anda bisa terselesaikan dengan mudah menggunakan pesawat sederhana.

Pengertian Hukum Ohm dan Rumusnya

Pengertian Hukum Ohm dan Rumusnya

Hukum Ohm adalah salah satu hukum paling fundamental untuk teori kelistrikan. Rumus atau persamaan Hukum Ohm menghubungkan tegangan dan arus ke sifat-sifat konduktor, yaitu resistansinya dalam suatu rangkaian. Seperti apa sih pengertian dari Hukum Ohm dan bagaimana hukum ini ditemukan serta bagaimana rumusnya?

Pengertian Hukum Ohm

 Hukum Ohm adalah salah satu hukum paling mendasar dan penting untuk mengatur rangkaian listrik dan elektronik. Hukum ini berkaitan dengan arus, tegangan, dan hambatan untuk perangkat linier, sehingga jika dua diketahui, yang ketiga dapat dihitung.

Dengan arus, tegangan, dan resistansi menjadi tiga dari jumlah rangkaian utama, maka Hukum Ohm juga sangat penting. Hukum Ohm digunakan untuk menghitung nilai resistor yang diperlukan dalam rangkaian, dan juga dapat digunakan untuk menentukan arus yang mengalir dalam rangkaian di mana tegangan dapat diukur dengan mudah melintasi resistor yang diketahui.

Lebih dari itu, Hukum Ohm juga digunakan dalam sejumlah besar kalkulasi dan dalam segala bentuk rangkaian listrik dan elektronik  bahkan di mana pun arus itu mengalir. Hukum Ohm menjelaskan cara arus mengalir melalui material ketika berbagai level tegangan diterapkan.

Beberapa bahan seperti kabel listrik menghadirkan sedikit hambatan terhadap aliran arus dan jenis bahan ini disebut konduktor. Oleh karena itu, jika konduktor ini ditempatkan tepat di seberang baterai misalnya, banyak arus akan mengalir.

Baca juga : Majas Metafora

Dalam kasus lain, bahan lain mungkin menghalangi aliran arus, tetapi masih memungkinkan beberapa bahan lain. Dalam rangkaian listrik, komponen ini sering disebut resistor dan ada bahan lain yang tidak ada arus sekalipun yang kemudian disebut isolator.

Hukum ini menyamakan situasi listrik dengan aliran air dalam pipa. Tegangan diwakili oleh tekanan air pipa, arus diwakili oleh jumlah air yang mengalir melalui pipa, dan terakhir resistansinya setara dengan ukuran pipa.

Dapat dibayangkan bahwa semakin lebar pipa maka semakin banyak air yang mengalir. Ohm menentukan bahwa untuk bahan normal, menggandakan tegangan menggandakan aliran arus untuk komponen tertentu. Material yang berbeda atau material yang sama dengan bentuk yang berbeda akan menghadirkan tingkat hambatan yang berbeda terhadap aliran arus.

Hukum Ohm menyatakan bahwa arus yang mengalir dalam suatu rangkaian berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan dan berbanding terbalik dengan resistansi dalam rangkaian. Dengan kata lain dengan menggandakan tegangan di sirkuit, arus juga akan berlipat ganda. Namun jika resistensinya digandakan, arus akan turun setengahnya.

Penemuan Hukum Ohm

Ada hubungan matematis yang menghubungkan arus, tegangan dan hambatan. Seorang ilmuwan Jerman bernama Georg Ohm melakukan banyak percobaan untuk menunjukkan hubungan antara ketiganya. Pada hari-hari ketika dia melakukan percobaan, tidak ada meteran seperti yang manusia kenal sekarang.

Baca juga : Tokoh Sumpah Pemuda

Namun dengan usaha dan kerja keras, maka ia kemudian berhasil menemukan apa yang Anda kenal sekarang sebagai Hukum Ohm. Georg Ohm sendiri lahir di Erlangen, sekitar 50 mil utara Munich pada tahun 1879.

Georg Ohm kemudian menjadi salah satu orang yang menyelidiki banyak tentang ilmu baru yang terkait dengan listrik, menemukan hubungan antara tegangan dan arus dalam sebuah konduktor. Hukum  ini kemudian dinamai Hukum Ohm, untuk menghormati penemuan yang dia lakukan.

Rumus Hukum Ohm

Rumus atau persamaan Hukum Ohm sangat mudah. Hukum Ohm dapat diekspresikan dalam bentuk matematika:

V = IR

Dimana:

    V = tegangan dinyatakan dalam Volt

    I = arus yang dinyatakan dalam Amp

    R = resistansi dinyatakan dalam Ohm

Bagaimana? Sudahkah Anda memahami apa sih Hukum Ohm dan seperti apa rumusnya? Untuk anak IPA Hukum Ohm ini sudah menjadi rumus wajib untuk dihafal ya? Jadi, pelajari dengan sebaik mungkin.

Pengertian Tekanan Hidrostatis, Faktor yang Mempengaruhi dan Contoh-contohnya

Pengertian Tekanan Hidrostatis, Faktor yang Mempengaruhi dan Contoh-contohnya

Tekanan hidrostatis merupakan salah satu materi yang paling banyak digemari di bidang fisika.  Sebagaimana kita ketahui, tekanan zat terdiri dari dua macam, yaitu tekanan zat cair dan tekanan zat padat. Tekanan hidrostatis sendiri merupakan persamaan kata dari tekanan zat cair. Dalam fisika, tekanan zat cair atau tekanan hidrostatis diartikan sebagai tekanan di dalam zat cair diam yang terjadi karena zat cair tersebut dipengaruhi oleh kedalaman. Ilmu yang mempelajari mengenai zat cair diam disebut sebagai hidrostatika atau statika fluida.

Tekanan yang terjadi pada suatu titik dalam zat cair terjadi akibat gaya berat zat cair yang ada di atas titik tersebut. Gaya berat tersebut bekerja pada bidang dasar sebab adanya gaya gravitasi yang mengakibatkan adanya tekanan. Semakin banyak air yang ada di atas bidang dasar, maka akan semakin besar tekanan di bidang dasar tersebut. Tekanan akibat pengaruh gaya gravitasi itulah yang disebut dengan tekanan hidrostatis. Persamaan dari tekanan hidrostatis adalah sebagai berikut:

Persamaan Tekanan Hidrostatis

P = F . A

Keterangan:

P = tekanan hidrostatis

F = gaya berat zat cair

A = luas permukaan bejana

Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Hidrostatis

Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi terjadinya tekanan hidrostatis, yaitu:

  1. Masa Jenis Zat Cair (ρ)

Jika massa jenis suatu zat cair makin besar massa jenis, maka akan semakin besar pula tekanan hidrostatisnya. Misalnya, ada tiga jenis zat cair, yaitu air, minyak, dan larutan garam yang dimasukkan ke tiga wadah yang terpisah. Saat kita menunjuk titik dengan kedalaman yang sama pada masing-masing cairan, maka efeknya akan berbeda. Tekanan hidrostatis pada titik larutan garam akan lebih besar daripada air biasa. Sementara, tekanan hidrostatis air akan lebih besar dibanding minyak.

  1. Kedalaman Zat Cair (h)

Kedalaman zat cair juga mempengaruhi tekanan hidrostatis pada zat cair. Semakin jauh suatu titik dalam zat cair dari permukaannya, maka akan semakin besar tekanan hidrostatisnya. Maksudnya, tekanan hidrostatis akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya kedalaman titik zat cair.

Misalnya, pada sebuah wadah diberi tiga lubang yang posisi ketinggiannya berbeda. Jarak pancaran air pada titik atau lubang yang paling bawah akan lebih jauh daripada titik yang berada si atasnya. Hal tersebut dikarenakan lubang yang paling bawah mengalami tekanan hidrostatis yang paling besar dibanding dua titik lain yang ada di atasnya.

  1. Percepatan Gravitasi (g)

Percepatan gravitasi juga dapat mempengaruhi tekanan hidrostatis pada zat cair. Percepatan gravitasi yang dikombinasikan dengan massa jenis zat cair, maka akan menghasilkan besaran berat zat cair (S). Persamaannya adalah sebagai berikut:

S = ρ . g

Keterangan:

S = berat jenis zat cair

ρ = massa jenis zat cair

g = percepatan gravitasi

Faktor yang tidak mempengaruhi besarnya tekanan hidrostatis adalah hal – hal yang tidak disebutkan dalam persamaan diatas seperti : berat jenis zat cair, massa jenis zat cair, dan percepatan gravitasi.

Contoh Tekanan Hidrostatis

Sebenarnya ada banyak sekali contoh dari tekanan hidrostatis yang biasa kita temui di kehidupan sehari-hari. Namun, kerap kali kita tidak menyadari bahwa kejadian tersebut merupakan contoh dari  tekanan hidrostatis. Berikut ini beberapa contohnya agar kita makin memahami mengenai materi tekanan zat cair diam ini:

  1. Ketika kita menyelam di laut atau kolam, maka kita akan merasakan tekanan hidrostatis yang semakin besar jika kita menyelam semakin dalam.
  2. Dasar bendungan pada bagian bawah akan semakin tebal guna menahan tekanan zat cair yang semakin ke bawah semakin besar.
  3. Dalam pemasangan infus, semakin tinggi posisi botol infus, maka akan semakin besar tekanan yang terjadi. Hal ini membuat cairan infus dapat lebih mudah masuk ke aliran darah.

Itulah sedikit ulasan singkat tentang tekanan hidrostatis mulai dari persamaan hingga contoh dari tekanan itu sendiri. Apa yang dimaksud dengan tekanan hidrostatis, dengan menyimak ulasan di atas, tentu Anda sudah bisa menjelaskan sedikit tentang apa itu pengertian dari tekanan hidrostatis tersebut. Semoga informasi di atas bermanfaat!