Pengertian Majas Metafora Beserta Contohnya

Pengertian Majas Metafora Beserta Contohnya

Apa itu majas metafora? Majas metafora adalah kiasan yang membandingkan dua hal yang berbeda dengan mengaitkan satu hal dengan yang lain seperti sama. Perbandingan dalam sebuah metafora dapat dinyatakan secara eksplisit, seperti pada kalimat “Cinta adalah medan perang”.

Bisa juga majas metafora membuat persamaan antara dua hal yang berbeda secara implisit, seperti “Dia terluka oleh cinta.” Perbandingan yang dibuat oleh metafora tidak dimaksudkan untuk dipahami secara harfiah. Sebaliknya, metafora bersifat kiasan dan menciptakan makna di luar makna literal kata-katanya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah pengertian dan contohnya :

Pengertian Majas

Metafora adalah kiasan yang digunakan untuk membuat perbandingan antara dua hal yang tidak sama tetapi memiliki kesamaan. Berbeda dengan perumpamaan, di mana dua hal dibandingkan secara langsung menggunakan suka atau sebagai.

Perbandingan metafora lebih tidak langsung, biasanya dibuat dengan menyatakan sesuatu adalah sesuatu yang lain. Metafora sangat ekspresif, tidak dimaksudkan untuk dipahami secara harfiah. Anda mungkin harus berpikir sedikit untuk menemukan maknanya dalam sebuah metafora.

Misalnya, sungai dan air mata tidak begitu sama, yang satu adalah air di alam, sedangkan yang lainnya air yang diproduksi oleh mata manusia. Namun, keduanya memiliki satu kesamaan: keduanya adalah jenis air yang mengalir. Metafora menggunakan kesamaan ini untuk membantu penulis membuat poin:

Baca juga : Tokoh Sumpah Pemuda

“Air matanya seperti sungai yang mengalir di pipinya.”

Nah, karena sungai jauh lebih besar daripada sedikit air mata, metafora adalah cara kreatif untuk mengatakan bahwa orang tersebut banyak menangis. Metafora membantu penulis dan penyair menyampaikan maksud dengan cara yang lebih menarik.

Metafora adalah salah satu kiasan yang paling umum digunakan oleh penulis sepanjang sejarah dan di seluruh dunia. Majas metafora juga umum sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari baik itu dalam bentuk tulisan, dari fiksi naratif, puisi, hingga tulisan persuasif.

Metafora adalah sejenis analogi perbandingan antara dua hal atau ide. Sebenarnya ada dua definisi metafora yang diterima, satu yang cukup luas, dan yang satu lebih spesifik. Definisi yang lebih luas mencakup semua jenis perbandingan atau gabungan, dan di bawah payung itu termasuk kiasan lain, seperti perumpamaan.

Misalnya, cinta sebenarnya adalah medan pertempuran atau bahwa orang tersebut benar-benar mendapat luka fisik karena cinta. Daripada dimaknai dengan bagaimana cinta bisa menyakitkan, perjuangan, bahkan pertikaian antara lawan, maka kalimat cinta adalah medan pertempuran lebih bisa dipahami cara baru seseorang dalam memandang cinta.

Baca juga : Pengertian Etika

Contoh dari Majas Metafora

Menguasai majas metafora sangat penting untuk menulis puisi dan prosa agar lebih hidup dan menyenangkan. Selain itu, memahami penggunaan metafora is akan memungkinkan Anda untuk lebih memahami tema spesifik yang ada di seluruh karya sastra.

Metafora sering muncul dalam puisi cinta seperti ini, salah satu alasannya adalah bahwa pencinta atau narator berusaha mengungkapkan pengalaman cinta yang tunggal dan unik dalam istilah yang dapat dipahami oleh pembaca.

Misalnya, dalam tulisan Shakespeare yang menceritakan kisah Romeo dan Juliet di mana Romeo selalu membandingkan Juliet dengan matahari. Mengapa Juliet dibandingkan dengan matahari? Nah, karena Shakespeare menyadari bahwa sebagian besar pembaca akrab dengan keindahan matahari yang menakjubkan, dan oleh karena itu akan lebih mampu membayangkan keindahan Romeo. Kekaguman yang mendalam untuk Juliet ini digambarkan melalui perbandingan metafora.

  1. Matamu telah membakar hati manusia
  2. Tari pulang dari Jogja membawa buah tangan
  3. Tangisan kita yang hancur dan kesedihan kita akan terukir di langit semesta
  4. Kasus pertikaian Rian dan Adi akan dibawa ke meja hijau

Secara garis besar, majas metafora dipahami sebagai kiasan, bukan pernyataan faktual. Anda harus memahami makna di balik kata yang digunakan dalam majas metafora.

Tokoh Sumpah Pemuda Paling Utama dalam Kongres 1928

Tokoh Sumpah Pemuda Paling Utama dalam Kongres 1928

Bulan Oktober menjadi bulan penting sejak 1928 yang menjadi rangkaian peristiwa dalam proses kemerdekaan Indonesia berkat tokoh sumpah pemuda. Bagaimana tidak, semangat para pemuda pada zamannya itu masih terasa hingga sekarang bahkan menjadi salah satu alasan tokoh sepuh berani mendeklarasikan kemerdekaan.

Meski masih muda, banyak pemuda Indonesia saat itu bersikeras untuk memperjuangkan kemerdekaan dengan memberanikan diri mengadakan kongres Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Saking panasnya semangat beliau-beliau saat itu, peristiwa yang berlangsung pada tanggal 27-28 Oktober tersebut dijadikan hari bersejarah dan diperingati hingga kini. Ada banyak tokoh pemuda pilihan yang berperan dalam peristiwa tersebut, namun inilah 5 tokoh utamanya.

Soegondo Djojopoespito

Soegondo Djojopoespito
Soegondo Djojopoespito

Soegondo memiliki peran yang cukup penting, bagaimana tidak ia adalah Ketua Kongres Kedua Sumpah Pemuda. Dipilih langsung oleh Mohammad Hatta dan Ir. Soekarno karena Soegondo terlihat aktif dalam kegiatan kepemudaan khususnya dalam menyuarakan kemerdekaan. Pemuda ini aktif dalam Persatuan Pemuda Indonesia (PPI) dan semakin eksis setelah di organisasi Perhimpunan Indonesia.

Tak lama setelah itu, pemuda kelahiran Tuban, 22 Februari 1905 ini mendirikan organisasi pelajar dan mahasiswa untuk menguatkan suara kemerdekaan. Organisasi ini diketuai oleh Sigit namun di tahun berikutnya Soegondo sendiri yang memimpin organisasi tersebut.

Baca juga : Pengertian Etika

Perannya semakin terus dikenang hingga sekarang bukan hanya karena menjadi Ketua Kongres II Sumpah Pemuda, namun juga karena keberhasilannya memimpin kongres maka terumuslah moto Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia muncul. Moto ini yang terus didengung-dengungkan hingga kini dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Mohammad Yamin

Mohammad Yamin
Mohammad Yamin

Namanya juga tidak asing di telinga karena sering disebut dalam buku sejarah sebagai salah satu dari 3 perumus Dasar Negara. Pemuda ini dikenal sebagai sasterawan yang karyanya telah banyak populer seperti Tanah Air, Indonesia Tumpah Darahku hingga Tan Malaka. Mohammad Yamin rupanya menjadi salah satu kandidat sebagai Ketua Kongres namun karena dirinya termasuk anggota Jong Sumatra dan dikhawatirkan tidak netral maka Soegondolah yang terpilih.

Namun, meski tidak terpilih sebagai ketua, Moh. Yamin menjabat sebagai Sekretaris dalam Kongres bersejarah itu. Dalam kongres ini pula, peran Moh. Yamin juga tak boleh diremehkan, pemuda kelahiran Sawahlunto, 23 Agustus 1903 inilah yang mengusulkan resolusi yaitu Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia.

Baca juga : Pancasila sebagai Ideologi Negara

Wage Rudolf Soepratman

Wage Rudolf Soepratman
Wage Rudolf Soepratman

Tokoh sumpah pemuda satu ini juga sering kita dengan. Beliau adalah pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Lagu ini pertama kali diperdengarkan dalam Kongres II tersebut setelah pertimbangan yang cukup berat oleh Ketua Kongres Soegondo. Hal ini sangat dipertimbangkan sebelumnya karena kongres dijaga ketat oleh pihak Kepolisian Belanda yang sangat sensitif mendengar kata Merdeka dan khawatir kongres dibubarkan bahkan terjadi penangkapan.

Namun, putra ketujuh dari 9 bersaudara ini meminta untuk mendengarkan sekali saja hasil karyanya di depan peserta kongres. Dengan trik yang lihai dan diplomatis, Soegondo pun mengizinkan dengan lagu kebangsaan tersebut diperdengarkan melalui lantunan biola. Peserta kongres yang hadir merasa sumringah dan benar-benar takjub dengan lagu yang penuh makna tersebut.

Itulah tokoh sumpah pemuda yang namanya masih dikenang hingga saat ini. Kita sebagai generasi penerus bangsa ini tentu wajib menghargai setiap perjuangan tokoh-tokoh tersebut. Caranya dengan kemampuan dan keahlian kita masing-masing. Menjadi warga negara yang cinta tanah air, memajukan serta mengharumkan nama daerah dan bangsa dengan cara masing-masing. Ingat kata Soekarno, “Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah!

Pengertian Etika Beserta Manfaatnya untuk Kehidupan Bermasyarakat

Pengertian Etika Beserta Manfaatnya untuk Kehidupan Bermasyarakat

Pengertian etika sebaiknya harus diketahui oleh semua kalangan karena kaitannya dengan kehidupan bersosial dengan orang lain. Etika yang dipahami oleh orang umum terkadang tak cukup untuk membuat mereka tahu bagaimana cara memahami, menghargai dan bersikap baik lainnya dengan manusia lain.

Etika di sini umumnya berkaitan dengan tingkah laku, sikap, benar dan salah serta perilaku yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan oleh seseorang. Oleh sebabnya tak ada salahnya untuk mengetahui apa itu etika dan bagaimana fungsi serta manfaatnya bagi diri sendiri dan lingkungan. Nah, untuk lebih jelasnya simak ulasan singkat tentang pengertian etika menurut beberapa ahli beserta fungsi dan manfaatnya bagi kehidupan.

Pengertian Etika Menurut Para Ahli

Pemahaman etika bisa berbeda-beda setiap orang namun kita bisa merujuk pada para ahli di bidangnya sehingga bisa mendapatkan pemahaman yang tepat. Memahami pengertian etika secara tepat membuat kita bisa menerapkannya secara lebih benar dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Menurut Prof. Dr. Franz Magnis Suseno etika merupakan ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberikan arah pijakan dalam tindakan manusia.
  2. Menurut H. A. Mustafa etika merupakan ilmu yang menyelidiki yang baik dan buruk untuk mengamati tindakan manusia sejauh bisa diketahui oleh pikiran.
  3. Bertens mengungkapkan bahwa etika merupakan nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok.

Baca juga : Pancasila sebagai Ideologi Negara

Dari beberapa pendapat para ahli tersebut kita bisa memahami beberapa poin terkait penting etika seperti norma, perilaku atau tindakan baik seseorang. Etika adalah hal-hal tidak tertulis seperti norma, perilaku, moral atau tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh seseorang terkait bagaimana bersikap dengan orang lain. Sebagaimana yang kita tahu, manusia akan senang jika mendapat perlakukan baik dari orang lain.

Manfaat Etika dalam Kehidupan Bermasyarakat

Adanya etika dalam kehidupan bermasyarakat memberikan beberapa manfaat. Meski tidak secara disadari dan tidak langsung diketahui etika memberikan manfaat penting, yaitu:

  • Menjadi dasar pijak bersikap secara sistematis dan teratur. Jika telah mengetahui etika yang benar maka seseorang bisa memilih keputusan yang tepat dalam bertindak agar tidak menyalahi aturan. Alih-alih bersikap dengan ego dan perasaannya sendiri yang terkadang menyakiti orang lain dan tentu akan berdampak pada dirinya di kemudian hari.
  • Menjadi penolong ketika berada dalam pandangan yang moral yang beragam. Setiap daerah tentu memiliki kebiasaan, adat dan moral baik yang berbeda-beda. Namun ketika berhadapan dengan moral lain tersebut akan memahami pandangan mana dan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan. Selain itu, juga menjadi penengah diantara kedua kebiasaan yang berbeda-beda tersebut.
  • Dapat membedakan mana yang boleh dan tidak boleh dirubah. Seseorang yang tanpa pendirian atau pengetahuan etika akan bingung bahkan salah dalam bertindak. Hal ini tentu akan berakibat buruk pada pandangan orang lain terhadap dirinya.
  • Mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan apapun. Bertindak secara benar sesuai dengan tanggung jawabnya juga harus diiringi dengan etika sehingga manusia bisa menjadi seseorang yang otonom bukan heteronom.

Baca juga : Sel Tumbuhan dan Fungsinya

Nah, itulah beberapa info mengenai pengertian etika serta manfaatnya yang sebaiknya Anda ketahui. Mengetahui informasi semacam itu penting untuk menjadikan diri seseorang yang lebih dihargai dan sesuai dengan kehidupan bermasyarakat. Manusia senang bersosialisasi bahkan sudah menjadi kebutuhannya.

Kita sebagai individu juga senang menerima sikap baik dari orang lain, bukan? Kemudian kita juga cenderung membalas hal yang sama kepada mereka yang telah membuat diri merasa dihargai. Oleh sebabnya, bersikaplah yang baik agar orang lain juga bersikap baik pula kepada kita.

Makna, Fungsi, dan Nilai yang Terkandung dalam Pancasila sebagai Ideologi Negara

Makna, Fungsi, dan Nilai yang Terkandung dalam Pancasila sebagai Ideologi Negara

Pancasila sebagai ideologi negara merupakan hal yang sudah umum dan tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Jadi, selain sebagai dasar negara, Pancasila juga merupakan ideologi atau cara pandang bagi masyarakat Indonesia. Kata ideologi sendiri berasal dari kata ideas dan logos dari bahasa Yunani. Arti dari kata ini adalah ilmu, pemikiran, cita-cita, dan juga cara pandang. Jadi, secara istilah dapat disimpulkan bahwa ideologi merupakan suatu cara pandang yang kemudian membentuk kerangka berpikir seseorang.

Tujuannya yaitu untuk mewujudkan cita-cita yang telah ditentukan sebelumnya. Lalu apa arti dari Pancasila sebagai ideologi negara? Jadi, Pancasila ini dijadikan oleh seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali sebagai dasar sistem kenegaraan. Dengan kata lain, nilai-nilai yang ada pada setiap butir Pancasila hendaknya dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan bernegara bagi seluruh WNI.

Lebih dari itu, Pancasila sebagai ideologi negara juga harus diwujudkan dengan cara menjadikan Pancasila sebagai visi atau cita-cita. Namun, hal ini bukan hanya berlaku bagi WNI yang ada di dalam negeri saja, tetapi juga bagi WNI yang berada di luar negeri.

Baca juga : Sel Tumbuhan dan Fungsinya

Fungsi Pancasila sebagai Ideologi Negara

Pancasila memiliki beberapa fungsi yang berkaitan dengan perannya sebagai ideologi negara Indonesia, yaitu:

  1. Untuk mempersatukan, memelihara, dan mengukuhkan persatuan dan kesatuan bangsa negara Indonesia. Fungsi ini sangat penting bagi masyarakat Indonesia yang merupakan masyarakat majemuk. Pasalnya, masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya sangat rentan terancam perpecahan atau perselisihan.
  2. Untuk membimbing serta mengarahkan negara untuk mencapai tujuannya. Artinya, Pancasila berperan untuk memberi gambaran cita-cita kepada bangsa Indonesia dan menjadi sumber motivasi bagi bangsa untuk memperjuangkan cita-cita yang ingin dicapai.
  3. Menguatkan tekad masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa. Pancasila ini berfungsi untuk memberi gambaran identitas bagi bangsa serta untuk memberikan dorongan untuk pembangunan karakter bagi warga negara Indonesia.
  4. Menyoroti kenyataan yang ada pada bangsa dan negara saat ini. Pancasila berusaha untuk mengkritisi upaya manifestasi cita-cita bangsa melalui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pancasila juga menjadi ukuran guna mengkritisi keadaan bangsa saat ini yang kelihatannya semakin berantakan.
  5. Mencegah perpecahan antar kelompok. Hal ini dikarenakan setiap suku yang ada di Indonesia memiliki perbedaan. Jika mereka tidak mampu menahan egonya dan selalu berusaha mengunggulkan kelompoknya dibanding kelompok lainnya.
  6. Mempersatukan kelompok-kelompok yang terlanjur terpecah belah. Dengan memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila, maka hubungan yang buruk bisa segera diperbaiki. Oleh karena itu, sejak pendidikan dasar, setiap siswa hendaknya diberikan pelajaran mengenai Pancasila sebagai ideologi negara dan ditunjang dengan praktik yang sistematis.

Baca juga : Tekanan Hidrostatis

Nilai-nilai dalam Pancasila sebagai Ideologi Negara

Setidaknya, terdapat tiga nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi negara, yaitu:

  • Nilai Dasar

Sila-sila dalam Pancasila memiliki sifat yang universal. Dengan begitu di dalamnya terdapat cita-cita, tujuan-tujuan, dan nilai-nilai yang diinginkan oleh bangsa Indonesia. Terdapat beberapa nilai mendasar mengenai masa depan ideal bangsa yang relatif tidak berubah dalam kelima sila Pancasila.

  • Nilai Instrumental

Untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila dapat dijabarkan secara kreatif. Asalkan, penjabaran tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila.

  • Nilai Praktis

Nilai-nilai dalam Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan seluruh warga negara. Dalam upaya perwujudannya, nilai praktis ini umumnya bersifat abstrak, seperti sikap saling menghormati, saling bekerja sama, dan membangun kerukunan antar satu kelompok dengan kelompok lainnya.

Nilai-nilai pancasila sangatlah berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari kita. Tentu saja, menerapkan nilai-nilai dari dasar negara ini adalah sesuatu hal yang terpuji. Anda sebagai rakyat Indonesia sudah sepatutnya bangga memiliki Pancasila sebagai ideologi negara karena ada banyak hal yang bisa kita kutip dari setiap bunyi Pancasila.

Mengenal Lebih Dalam Sel Tumbuhan dan Fungsinya

Mengenal Lebih Dalam Sel Tumbuhan dan Fungsinya

Sel tumbuhan dan fungsinya merupakan salah satu materi atau pembahasan biologi yang sangat menyenangkan. Sehingga, kita kerap kari tertarik untuk mengenal dan mempelajarinya dengan lebih dalam. Lalu sebenarnya apa yang dimaksud dengan sel tumbuhan dan apa saja fungsinya? Sel sendiri merupakan bagian atau unit terkecil dari suatu makhluk hidup. Di dalam sebuah sel, terdapat protoplasma yang tersusun dari karbohidrat, protein, lemak, dan asam nukleat.

Sel merupakan kesatuan struktural, fungsional, hereditas, pertumbuhan, dan reproduksi dari makhluk hidup. Sel tumbuhan merupakan sekelompok sel eukariotik yang memiliki susunan yang sangat khas jika dibandingkan dengan jenis sel eukariotik lainnya. Sel eukariotik ini memiliki materi genetik (DNA) yang dibungkus oleh lapisan membran.

Salah satu hal yang membedakan sel tumbuhan dengan sel lain adalah bentuk selnya yang kaku. Bentuk tersebut didapatkan dari dinding sel yang terletak para bagian paling luar sel tumbuhan. Untuk menguatkan struktur tumbuhan, dinding sel tersusun dari senyawa selulosa, hemiselulosa, pektin, dan juga lignin.

Macam-macam Sel Tumbuhan

Penting bagi kita untuk mengetahui macam-macam sel tumbuhan dan fungsinya berikut ini:

  1. Sel Parenkim

Sel parenkim merupakan jenis sel yang mempunyai fungsi untuk penyimpanan, mendukung fotosintesis, dan menjadi tempat berikat bagi floem. Beberapa sel parenkim, termasuk yang ada pada epidermis berfungsi untuk penetrasi cahaya dan mengatur pertukaran gas dalam tumbuhan. Jenis sel ini mempunyai dinding sel yang cukup tipis dan permeabel yang memungkinkan pengangkutan molekul berukuran kecil.

Pada kondisi tertentu, sel parenkim dapat bertumbuh menjadi duri yang dapat mencegah hewan herbivora yang ingin memakannya. Di dalam sel parenkim berjenis klorenkim terdapat banyak kloroplas yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Sementara, sel parenkim yang berada pada umbi kentang atau kotiledon biji kacang-kacangan berfungsi untuk penyimpanan.

  1. Sel Kolenkim

Sel kolenkim merupakan jenis sel yang hidup ketika sudah dewasa dan hanya mempunyai satu dinding primer saja. Sel-sel kolenkim ini telah matang dan berasal dari metistem yang sebelumnya mirip dengan sel parenkim. Plastida dari sel ini bisa jadi tidak berkembang bersamaan dengan organel sekretorik lalu berproliferasi untuk memunculkan dinding primer tambahan.

Baca juga : Tekanan Hidrostatis

Dinding tambahan ini tebal pada bagian sudutnya yang mana tiga atau lebih sel saling menyatu atau bersentuhan. Sementara pada bagian dalamnya lebih tipis karena hanya terdapat dua sel yang bersentuhan.

  1. Sel Sklerenkim

Yang ketiga ada sel sklerenkim yang strukturnya keras dan tangguh. Dengan begitu, jenis sel ini mampu memberikan kekuatan pada tumbuhan. Sklereid dan serat merupakan bagian yang paling dominan pada sel ini. Di dalamnya terdapat kandungan lignin yang membuatnya kedap terhadap air.

Sehingga, sel-sel ini tidak bisa melakukan pertukaran metabolisme dengan baik dan membuatnya tidak bisa bertahan lama. Jenis sel sklerenkim biasanya akan mati pada waktu tertentu. Setelah mati, sitoplasma dari sel ini akan menghilang dan meninggalkan rongga yang kosong.

Fungsi Sel Tumbuhan

Sel tumbuhan memiliki beberapa fungsi yang sangat penting bagi tumbuhan. Yang pertama, sel tumbuhan berfungsi untuk mengatur segala aktivitas pada tumbuhan, termasuk aktivitas pengangkutan dan fotosintesis. Kedua, sel tumbuhan dan fungsinya terhadap tumbuhan adalah berperan secara langsung dalam setiap proses tumbuh dan berkembangnya tumbuhan.

Proses tumbuhnya tumbuhan meliputi pertambahan ukuran dan tinggi dari bagian-bagian tumbuhnya. Sedangkan, berkembangnya tumbuhan meliputi proses reproduksi pada tumbuhan. Yang ketiga, sel tumbuhan berfungsi untuk menyimpan dan membawa sifat genetik yang dimiliki tumbuhan. Yang keempat, sel tumbuhan juga dapat membantu penyusunan sekaligus menjaga bentuk tubuh dari tumbuhan.

Setelah menyimak tentang macam dan juga fungsi dari sel tumbuhan tentu Anda bisa membedakan masing-masing jenisnya. Dengan mengetahui tentang sel tumbuhan dan fungsinya di atas tentu akan membuat Anda semakin jelas bagaimana proses tumbuh kembangnya. Semoga bermanfaat!